<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>kesenian indonesia</title>
	<atom:link href="http://nenengnurlatipah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nenengnurlatipah.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Oct 2009 08:52:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nenengnurlatipah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>kesenian indonesia</title>
		<link>http://nenengnurlatipah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nenengnurlatipah.wordpress.com/osd.xml" title="kesenian indonesia" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nenengnurlatipah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Teater Gapit</title>
		<link>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/teater-gapit/</link>
		<comments>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/teater-gapit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 08:52:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenengnurlatipah</dc:creator>
				<category><![CDATA[seni teater]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenengnurlatipah.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Teater Gapit adalah sebuah teater berbahasa Jawa yang anggotanya berasal dari mahasiswa dan dosen Akademi Seni Karawitan Indonesia Surakarta dan berkiprah penuh pada Tahun 1980-1990-an. Kala itu kampusnya masih menumpang di Sasonomulyo, sebuah bangunan milik Keraton Surakarta, dan di tepat inilah Tetater Gapit berlatih. Anggota teater ini setiap hari harus melewati lawang/pintu gapit untuk memasuki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengnurlatipah.wordpress.com&amp;blog=9361127&amp;post=100&amp;subd=nenengnurlatipah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Teater Gapit</strong> adalah sebuah <a title="Teater" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teater">teater</a> <a title="Bahasa Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jawa">berbahasa Jawa</a> yang anggotanya berasal dari mahasiswa dan dosen <a class="mw-redirect" title="ISI Surakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/ISI_Surakarta">Akademi Seni Karawitan Indonesia Surakarta</a> dan berkiprah penuh pada Tahun 1980-1990-an. Kala itu kampusnya masih menumpang di <a class="new" title="Sasonomulyo (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sasonomulyo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sasonomulyo</a>, sebuah bangunan milik <a title="Kasunanan Surakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kasunanan_Surakarta">Keraton Surakarta</a>, dan di tepat inilah Tetater Gapit berlatih. Anggota teater ini setiap hari harus melewati <a class="mw-redirect" title="Lawang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lawang">lawang</a>/pintu <a title="Gapit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gapit">gapit</a> untuk memasuki tempat latihan sehingga dinamakanlah Teater Gapit.</p>
<p>Teater ini mengangkat masalah-masalah masyarakat pinggiran yang hidupnya susah; juga realitas kehidupan sekeliling tembok keraton, seperti <em><a class="new" title="Magersari (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Magersari&amp;action=edit&amp;redlink=1">magersari</a>, penggusuran, penembakan misterius dan lainnya. Sejumlah lakon yang sering dipentaskan adalah</em> Leng <em>(baca /ləŋ/, berarti &#8220;liang&#8221; atau &#8220;lubang&#8221;),</em> Rèh<em>,</em> Dor<em>, serta</em> Dom <em>(&#8220;Jarum&#8221;). Tidak jarang, sebelum pertunjukan dimulai tokoh sebenarnya dalam masyarakat diperkenalkan kepada penonton; misalnya pada lakon</em> Reh<em>, Romli seorang tukang jahit, Wongso seorang tukang tambal ban, Soleman seorang calo, Bismo seorang penjual sumbu kompor dan karet kolor yang gila akan wayang, Mbah Kawit seorang nenek tua yang ketakutan menghadapi kematian, dan sebagainya.</em></p>
<p>Sutradara dan penulis lakon yang produktif serta merangkap pimpinan teater adalah <a class="new" title="Kenthut (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kenthut&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kenthut</a>. Penata gendhingnya Dedek Wahyudi, sedangkan penata lampunya Hengky dan Iyeh. Para pemain di antaranya Djarot, Trisno Santoso (Pelok), Wahyudiato, Pamardi, Wahyu (Inong), Budi, menik, Endang Widyaningsih dan lainnya. Pemain Teater Gapit selalu berubah karena adanya mahasiswa yang lulus dan munculnya pemain baru, kecuali untuk dosen dan karyawan tetap. Teater Gapit bersifat revivalis dan kreatif, selalu menggunakan konsep teater tradisional Jawa dalam pementasannya, sehingga sangat khas. Ia selalu menggunakan gamelan untuk musik pengiringnya. Lantunan gending dan tembang Jawa sangat dominan dalam mengiringi pementasan.</p>
<p>Semenjak Kenthut meninggal, teater ini lumpuh total dan sampai saat ini jarang manggung lagi, karena tidak ada yang mengambil alih pimpinan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenengnurlatipah.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenengnurlatipah.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenengnurlatipah.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenengnurlatipah.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenengnurlatipah.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenengnurlatipah.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenengnurlatipah.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenengnurlatipah.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenengnurlatipah.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenengnurlatipah.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenengnurlatipah.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenengnurlatipah.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenengnurlatipah.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenengnurlatipah.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengnurlatipah.wordpress.com&amp;blog=9361127&amp;post=100&amp;subd=nenengnurlatipah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/teater-gapit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10e346c20f83d74fe43402bdbc21158b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nenengnurlatipah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mainteater</title>
		<link>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/mainteater/</link>
		<comments>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/mainteater/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 08:49:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenengnurlatipah</dc:creator>
				<category><![CDATA[seni teater]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenengnurlatipah.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Mainteater adalah lembaga nirlaba yang dibentuk tahun 1995 oleh beberapa teaterawan dari Indonesia dan Australia, mainteater telah menjelajahi beragam kemungkinan pementasan, antara lain: pementasan teater untuk anak-anak, penyajian monolog dari yang berangkat dari akar tradisi, pemanggungan naskah Indonesia dalam dua bahasa, serta pengadaptasian monolog ke dalam bentuk teater fiskal tiga bahasa (Indonesia, Inggris, dan Auslan), [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengnurlatipah.wordpress.com&amp;blog=9361127&amp;post=98&amp;subd=nenengnurlatipah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table class="noprint messagebox ambox-content" border="0">
<tbody>
<tr></tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Mainteater</strong> adalah <a class="mw-redirect" title="Lembaga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lembaga">lembaga</a> <a title="Nirlaba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nirlaba">nirlaba</a> yang dibentuk tahun <a title="1995" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1995">1995</a> oleh beberapa teaterawan dari <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> dan <a title="Australia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Australia">Australia</a>, mainteater telah menjelajahi beragam kemungkinan pementasan, antara lain: pementasan teater untuk anak-anak, penyajian monolog dari yang berangkat dari akar tradisi, pemanggungan naskah Indonesia dalam dua bahasa, serta pengadaptasian monolog ke dalam bentuk teater fiskal tiga bahasa (Indonesia, Inggris, dan Auslan), serta naskah-naskah baru yang belum pernah dipentaskan di Indonesia dan naskah lama dengan intrepretasi baru.</p>
<h2><span id="Naskah_yang_telah_dipentaskan" class="mw-headline">Naskah yang telah dipentaskan</span></h2>
<ul>
<li><strong>OKNUM</strong> [Hadi A.K.S.], monolog dalam <a title="Bahasa Sunda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Sunda">bahasa Sunda</a> dan telah dipentaskan oleh Wawan Sofwan di <a class="mw-redirect" title="Bandung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandung">Bandung</a> dan di <a class="new" title="The Melbourne Fringe Festival (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=The_Melbourne_Fringe_Festival&amp;action=edit&amp;redlink=1">The Melbourne Fringe Festival</a> (1995), KSG-Saal, <a title="Berlin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berlin">Berlin</a> (1996), <a class="mw-redirect" title="Tasikmalaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tasikmalaya">Tasikmalaya</a>, <a class="mw-redirect" title="Ciamis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ciamis">Ciamis</a>, Bandung, Garut, <a class="mw-redirect" title="Denpasar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Denpasar">Denpasar</a> (1997), <a class="mw-redirect" title="IKIP" href="http://id.wikipedia.org/wiki/IKIP">IKIP</a> Bandung (1999).</li>
</ul>
<hr />
<ul>
<li><strong>SUMUR TANPA DASAR</strong> / <em>The Bottomless Well</em> <a title="Arifin C. Noer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arifin_C._Noer">Arifin C. Noer</a>, pementasan dalam dua bahasa, Indonesia dan <a title="Bahasa Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">Inggris</a> dimainkan oleh Wawan Sofwan, Tiffany Ball dan Sandra Long, yang disutradarai oleh Sky Simpson dan telah dipentaskan di <a title="Kota Bandung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bandung">kota Bandung</a>, Tasikmalaya, Ciamis, <a class="mw-redirect" title="Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta">Jakarta</a> dan Melbourne (1997).</li>
</ul>
<hr />
<ul>
<li><strong>TANAH AIR</strong> performance art oleh Wawan Sofwan dalam event Hari Bumi / World Environment Day (1998).</li>
</ul>
<hr />
<ul>
<li><strong>HAPPY 1000…1000 Bahagia</strong> [Peter Turini] pengadaptasian monolog kedalam bentuk teater fiskal tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan <a class="new" title="Bahasa Auslan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bahasa_Auslan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Auslan</a>) oleh Wawan Sofwan, Jodee Mundy, Tiffany Ball, yang disutradarai oleh <a class="new" title="Sandra Long (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sandra_Long&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sandra Long</a>. Dipentaskan di <a class="new" title="Victorian College (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Victorian_College&amp;action=edit&amp;redlink=1">Victorian College</a> of Art Melbourne (1998), The Black Box Victorian Art Centre soutbank entrance, Melbourne (2000), dan memperoleh penghargaan “The Melbourne Fringe Theatre Award 2000-innovation of form”, serta masuk nominasi “Green Room Award”. Terpilih oleh <a class="mw-redirect" title="Surat kabar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_kabar">surat kabar</a> Australia “The Age” sebagai salah satu dari lima pementasan terbaik di Melbourne sepanjang tahun <a title="2000" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2000">2000</a>; <a title="London" href="http://id.wikipedia.org/wiki/London">London</a> International Festival Of Theatre (2004).</li>
</ul>
<hr />
<ul>
<li><strong>DAM</strong> (<a title="Putu Wijaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Putu_Wijaya">Putu Wijaya</a>) monolog oleh Wawan Sofwan dalam bahasa Indonesia dengan mediasi <a title="Topeng" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Topeng">topeng</a> telah dipentaskan di Melbourne Uni, Monash Uni, La Trobe Uni, Melbourne (1998), Serang Bandung (2000), Hamburg, Pasau, Koln <a title="Jerman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jerman">Jerman</a> dan Amsterdam <a title="Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a> (<a title="2001" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2001">2001</a>), Monfest CCF Bandung (2003); Berlin, Hamburg, Pesta Monolog DKJ TIM (2005), Serang Bandung, Bentara Budaya Jakarta (2006).</li>
</ul>
<hr />
<ul>
<li><strong>ALSO SPRACH ZARAHTRUSTRA</strong> [Friedrich Nietze] monolog oleh Wawan Sofwan di pentaskan di Galeri Barak, Rumah Nusantara Bandung dan Goethe Institut Jakarta (2000).</li>
</ul>
<hr />
<ul>
<li><strong>PIDATO SI JALAK HARUPAT DINA SIDANG VOLKSRAAD</strong> (<a class="new" title="R. Otto Iskandar Dinata (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=R._Otto_Iskandar_Dinata&amp;action=edit&amp;redlink=1">R. Otto Iskandar Dinata</a>) monolog oleh Wawan Sofwan dan ensambel mainteater dipertunjukan di Pendopo Kota, Bandung (2001).</li>
</ul>
<hr />
<ul>
<li><strong>DISCO PIGS</strong> [Enda Walsh] disutradarai oleh Wawan Sofwan dan telah ditampilkan di CCF Bandung, STSI Bandung, Selasar Sunaryo Art Space (2001), Teater Utan Kayu (TUK) Jakarta, STSI Bandung (2002), Silaturahmi Teater di Sanggar Baru TIM, Jakarta (2003).</li>
</ul>
<hr />
<ul>
<li><strong>EIN BERICHT AN AKADEMIE</strong> [Franz Kafka], pementasan monolog yang dimainkan dan disutradarai oleh Wawan Sofwan serta telah dipentaskan di Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Menado, BPG Makasar (2001).</li>
</ul>
<hr />
<ul>
<li><strong>FAUST</strong> [Johan Wolfgang] pementasan yang dimainkan oleh ensambel mainteater dan disutradarai oleh Wawan Sofwan serta telah dipentaskan secara keliling di Bandung, Yogyakarta, Surabaya and Jakarta (2001).</li>
</ul>
<hr />
<ul>
<li><strong>INDONESIA MENGGUGAT</strong> [Ir. <a title="Soekarno" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno">Soekarno</a>] pementasan monolog yang dimainkan dan disutradarai oleh Wawan Sofwan serta telah dipentaskan di Gd. Indonesia Menggugat, Bandung (2002), Rusia, Jerman dan Belanda (2003).</li>
</ul>
<hr />
<ul>
<li><strong>GOD IS A DJ</strong> [Falk Ritcher] pementasan yang dimainkan oleh ensambel mainteater dan disutradarai oleh Wawan Sofwan serta telah dipentaskan Galeri Fabriek, Bandung (2002), Nu Art-Bandung, Jakarta, Bali (2003).</li>
</ul>
<hr />
<ul>
<li><strong>KERETA API BUMEL</strong> [Ranier Hachfiled &amp; Wolker Ludwig] pementasan teater anak yang disutradarai oleh IGN. Arya Sanjaya. Dan ditampilkan di Selasar Sunaryo Art Space, Bandung (2002).</li>
</ul>
<hr />
<ul>
<li><strong>SERAT SARWA SATWA</strong> [IGN. Arya Sanjaya] pementasan dan workshop teater anak yang disutradarai oleh IGN. Arya Sanjaya. Dengan menampilkan peserta 20 orang siswa sekolah dasar yang berprestasi dan ensambel mainteater di Selasar Sunaryo Art Space, Bandung (2003).</li>
</ul>
<hr />
<ul>
<li><strong>KONTRABAS</strong> [Patrick Sueskind] monolog One Man Show yang disutradarai dan dimainkan oleh Wawan Sofwan di Balai Seni Lukis Negara Kuala Lumpur, Studio Teater University Malaya, Actors Studio Green Hall Pulau Penang, Malaysia (2003); Univ. Pendidikan Indonesia, UK. Maranatha Bandung dan Monolog Festival CCF Bandung (2004), Bentara Budaya Jakarta (2006).</li>
</ul>
<hr />
<ul>
<li><strong>ELECTRONIC CITY</strong> [Falk Ritcher] monolog yang disutradarai oleh Edwin Sumun (Malaysia) dan Wawan Sofwan (Indonesia), di Kuala Lumpur Performing Art Centre, Malaysia dalam bahasa Inggris (2005). Memenangkan “Best Lighting Design, Best Music And Sound Design In Theatre, Best Set Design, dan Best Costume Design” dalam “4th Annual Boh Cameronian Arts Awards Night 2005” Kuala Lumpur, Malaysia.</li>
</ul>
<hr />
<ul>
<li><strong>KEBANGKITAN ARTURO UI YANG DAPAT DICEGAH</strong> [Bertolt Brecht] disutradarai dan dimainkan oleh Wawan Sofwan dan ensambel mainteater yang dipentaskan di GK. Rumentang Siang, Bandung, GD. Teater Kecil TIM, Jakarta (2006).</li>
</ul>
<hr />
<ul>
<li><strong>KEHIDUPAN DI TEATER (A LIFE IN THE THEATRE)</strong> [Falk Ritcher] disutradarai oleh Wawan Sofwan yang dipentaskan di CCF Bandung dan Gedung Achmad Yani Magelang (2007).</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenengnurlatipah.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenengnurlatipah.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenengnurlatipah.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenengnurlatipah.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenengnurlatipah.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenengnurlatipah.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenengnurlatipah.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenengnurlatipah.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenengnurlatipah.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenengnurlatipah.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenengnurlatipah.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenengnurlatipah.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenengnurlatipah.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenengnurlatipah.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengnurlatipah.wordpress.com&amp;blog=9361127&amp;post=98&amp;subd=nenengnurlatipah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/mainteater/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10e346c20f83d74fe43402bdbc21158b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nenengnurlatipah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Opera</title>
		<link>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/opera/</link>
		<comments>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/opera/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 08:47:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenengnurlatipah</dc:creator>
				<category><![CDATA[seni teater]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenengnurlatipah.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Untuk opera sebagai penjelajah web, lihat Opera (perangkat lunak). Opera adalah sebuah bentuk seni, dari pentasan panggung dramatis sampai pentasan musik. Dalam mementaskan sandiwara, opera memakai elemen khas teater seperti pemandangan, pakaian, dan akting namun kata-kata dalam opera, atau kata-kata nyanyian, dinyanyikan daripada dituturkan. Penyanyi ditemani oleh ansambel musik yang, dari ansambel menolong yang kecil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengnurlatipah.wordpress.com&amp;blog=9361127&amp;post=96&amp;subd=nenengnurlatipah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="noprint dablink boilerplate">
<dl>
<dd><em>Untuk opera sebagai penjelajah web, lihat <a title="Opera (perangkat lunak)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Opera_%28perangkat_lunak%29">Opera (perangkat lunak)</a>.</em></dd>
</dl>
</div>
<p><strong>Opera</strong> adalah sebuah bentuk <a title="Seni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seni">seni</a>, dari pentasan panggung dramatis sampai pentasan <a title="Musik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musik">musik</a>.</p>
<p>Dalam mementaskan <a title="Sandiwara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sandiwara">sandiwara</a>, opera memakai elemen khas teater seperti pemandangan, pakaian, dan akting namun kata-kata dalam opera, atau kata-kata nyanyian, dinyanyikan daripada dituturkan. Penyanyi ditemani oleh <a class="mw-redirect" title="Ansambel musik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ansambel_musik">ansambel musik</a> yang, dari ansambel menolong yang kecil hingga orkes simfoni penuh.</p>
<p>Opera tradisional terdiri atas dua mode nyanyian: resitatif, deklamasi, dan nyanyian, yang menunjuk kepada bagian tunggal yang dinyanyikan. Bagian yang dinyanyikan yang pendek juga diserahkan ke sebagai <em>ariosos</em>. Masing-masing macam nyanyian ditemani di samping alat musik. Penyanyi dan peran mereka bermain disusan menurut golongan menurut besarnya suara mereka. Penyanyi pria digolongkan sebagai bas, bas-penyanyi bariton, penyanyi bariton, tujuan dan alto.</p>
<p>Penyanyi wanita disusan menurut golongan, sebagai penyanyi <em>contralto</em>, <em>mezzo</em>-penyanyi <em>sopran</em> dan penyanyi <em>sopran</em>.</p>
<p>Masing-masing klasifikasi ini mempunyai sub-bagian, atau <em>fachs</em>, seperti liris penyanyi <em>sopran</em>, <em>coloratura</em>, <em>spinto</em>, dan dramatis penyanyi <em>sopran</em> yang menghubungkan suara penyanyi dengan tugas paling cocok untuk warna nada suara dan kualitas.</p>
<p>Opera terilhalmi dari banyak bentuk seni lain. Entah opera ini adalah bentuk musik tertinggi sudah merupakan subyek perdebatan sejak abad ke-17.</p>
<p><a class="new" title="Seni visual (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seni_visual&amp;action=edit&amp;redlink=1">Seni visual</a>, seperti <a title="Melukis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Melukis">melukis</a>, dilaksanakan untuk membuat tontonan visual di panggung, yang dianggap sebagai sebagian penting pentasan panggung.</p>
<p>Akhirnya, menari adalah sering dianggap bagian pentasan opera. Oleh karena ini, terkenal opera penggubah <a title="Richard Wagner" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Richard_Wagner">Richard Wagner</a> menunjuk kepada gaya sebagai Gesamtkunstwerk, atau karya seni satu padu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenengnurlatipah.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenengnurlatipah.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenengnurlatipah.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenengnurlatipah.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenengnurlatipah.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenengnurlatipah.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenengnurlatipah.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenengnurlatipah.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenengnurlatipah.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenengnurlatipah.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenengnurlatipah.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenengnurlatipah.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenengnurlatipah.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenengnurlatipah.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengnurlatipah.wordpress.com&amp;blog=9361127&amp;post=96&amp;subd=nenengnurlatipah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/opera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10e346c20f83d74fe43402bdbc21158b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nenengnurlatipah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jaipongan</title>
		<link>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/jaipongan/</link>
		<comments>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/jaipongan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 08:40:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenengnurlatipah</dc:creator>
				<category><![CDATA[seni tari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenengnurlatipah.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Jaipongan adalah sebuah genre seni tari yang lahir dari kreativitas seorang seniman asal Bandung, Gugum Gumbira. Perhatiannya pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu menjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan/Bajidoran atau Ketuk Tilu. Gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid dari beberapa kesenian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengnurlatipah.wordpress.com&amp;blog=9361127&amp;post=92&amp;subd=nenengnurlatipah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jaipongan</strong> adalah sebuah genre seni tari yang lahir dari kreativitas seorang seniman asal <a class="mw-redirect" title="Bandung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandung">Bandung</a>, <a class="new" title="Gugum Gumbira (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gugum_Gumbira&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gugum Gumbira</a>. Perhatiannya pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah <a class="new" title="Ketuk Tilu (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ketuk_Tilu&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ketuk Tilu</a> menjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada <a class="new" title="Kliningan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kliningan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kliningan</a>/<a class="new" title="Bajidoran (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bajidoran&amp;action=edit&amp;redlink=1">Bajidoran</a> atau Ketuk Tilu. Gerak-gerak <em>bukaan</em>, <em>pencugan</em>, <em>nibakeun</em> dan beberapa ragam gerak <em>mincid</em> dari beberapa kesenian di atas cukup memiliki inspirasi untuk mengembangkan tari atau kesenian yang kini dikenal dengan nama <strong>Jaipongan</strong>.</p>
<table id="toc" class="toc" border="0">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>// &lt;![CDATA[<br />
//</p>
<h2><span id="Sejarah" class="mw-headline">Sejarah</span></h2>
<p>Sebelum bentuk seni pertunjukan ini muncul, ada beberapa pengaruh yang melatarbelakangi bentuk tari pergaulan ini. Di <a title="Jawa Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat">Jawa Barat</a> misalnya, tari pergaulan merupakan pengaruh dari <em>Ball Room</em>, yang biasanya dalam pertunjukan tari-tari pergaulan tak lepas dari keberadaan <a class="new" title="Ronggeng (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ronggeng&amp;action=edit&amp;redlink=1">ronggeng</a> dan pamogoran. Ronggeng dalam tari pergaulan tidak lagi berfungsi untuk kegiatan upacara, tetapi untuk hiburan atau cara gaul. Keberadaan ronggeng dalam seni pertunjukan memiliki daya tarik yang mengundang simpati kaum pamogoran. Misalnya pada tari Ketuk Tilu yang begitu dikenal oleh masyarakat <a class="mw-redirect" title="Orang Sunda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orang_Sunda">Sunda</a>, diperkirakan kesenian ini populer sekitar tahun <a title="1916" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1916">1916</a>. Sebagai seni pertunjukan rakyat, kesenian ini hanya didukung oleh unsur-unsur sederhana, seperti waditra yang meliputi <a title="Rebab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rebab">rebab</a>, <a title="Kendang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kendang">kendang</a>, dua buah <a class="new" title="Kulanter (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kulanter&amp;action=edit&amp;redlink=1">kulanter</a>, tiga buah <a class="new" title="Ketuk (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ketuk&amp;action=edit&amp;redlink=1">ketuk</a>, dan <a title="Gong" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gong">gong</a>. Demikian pula dengan gerak-gerak tarinya yang tidak memiliki pola gerak yang baku, kostum penari yang sederhana sebagai cerminan kerakyatan.</p>
<p>Seiring dengan memudarnya jenis kesenian di atas, mantan pamogoran (penonton yang berperan aktif dalam seni pertunjukan Ketuk Tilu/<a class="new" title="Doger (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Doger&amp;action=edit&amp;redlink=1">Doger</a>/<a class="mw-redirect" title="Tayub" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tayub">Tayub</a>) beralih perhatiannya pada seni pertunjukan Kliningan, yang di daerah Pantai Utara Jawa Barat (<a class="mw-redirect" title="Karawang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karawang">Karawang</a>, <a class="mw-redirect" title="Bekasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bekasi">Bekasi</a>, <a class="mw-redirect" title="Purwakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Purwakarta">Purwakarta</a>, <a class="mw-redirect" title="Indramayu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indramayu">Indramayu</a>, dan <a class="mw-redirect" title="Subang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Subang">Subang</a>) dikenal dengan sebutan Kliningan Bajidoran yang pola tarinya maupun peristiwa pertunjukannya mempunyai kemiripan dengan kesenian sebelumnya (Ketuk Tilu/Doger/Tayub). Dalam pada itu, eksistensi tari-tarian dalam <a class="new" title="Topeng Banjet (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Topeng_Banjet&amp;action=edit&amp;redlink=1">Topeng Banjet</a> cukup digemari, khususnya di Karawang, di mana beberapa pola gerak Bajidoran diambil dari tarian dalam Topeng Banjet ini. Secara koreografis tarian itu masih menampakan pola-pola tradisi (Ketuk Tilu) yang mengandung unsur gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid yang pada gilirannya menjadi dasar penciptaan tari Jaipongan. Beberapa gerak-gerak dasar tari Jaipongan selain dari Ketuk Tilu, Ibing Bajidor serta Topeng Banjet adalah Tayuban dan <a class="mw-redirect" title="Pencak Silat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pencak_Silat">Pencak Silat</a>.</p>
<p>Kemunculan tarian karya Gugum Gumbira pada awalnya disebut Ketuk Tilu perkembangan, yang memang karena dasar tarian itu merupakan pengembangan dari Ketuk Tilu. Karya pertama Gugum Gumbira masih sangat kental dengan warna ibing Ketuk Tilu, baik dari segi koreografi maupun iringannya, yang kemudian tarian itu menjadi populer dengan sebutan Jaipongan.</p>
<h2><span id="Berkembang" class="mw-headline">Berkembang</span></h2>
<p>Karya Jaipongan pertama yang mulai dikenal oleh masyarakat adalah tari &#8220;Daun Pulus Keser Bojong&#8221; dan &#8220;Rendeng Bojong&#8221; yang keduanya merupakan jenis tari putri dan tari berpasangan (putra dan putri). Dari tarian itu muncul beberapa nama penari Jaipongan yang handal seperti <a title="Tati Saleh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tati_Saleh">Tati Saleh</a>, <a class="new" title="Yeti Mamat (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Yeti_Mamat&amp;action=edit&amp;redlink=1">Yeti Mamat</a>, <a class="new" title="Eli Somali (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Eli_Somali&amp;action=edit&amp;redlink=1">Eli Somali</a>, dan <a class="new" title="Pepen Dedi Kurniadi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pepen_Dedi_Kurniadi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pepen Dedi Kurniadi</a>. Awal kemunculan tarian tersebut sempat menjadi perbincangan, yang isu sentralnya adalah gerakan yang <a class="mw-redirect" title="Erotisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Erotisme">erotis</a> dan vulgar. Namun dari ekspos beberapa media cetak, nama Gugum Gumbira mulai dikenal masyarakat, apalagi setelah tari Jaipongan pada tahun <a title="1980" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1980">1980</a> dipentaskan di <a class="mw-redirect" title="TVRI" href="http://id.wikipedia.org/wiki/TVRI">TVRI</a> stasiun pusat Jakarta. Dampak dari kepopuleran tersebut lebih meningkatkan frekuensi pertunjukan, baik di media televisi, hajatan maupun perayaan-perayaan yang diselenggarakan oleh pihak swasta dan pemerintah.</p>
<p>Kehadiran Jaipongan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap para penggiat seni tari untuk lebih aktif lagi menggali jenis tarian rakyat yang sebelumnya kurang perhatian. Dengan munculnya tari Jaipongan, dimanfaatkan oleh para penggiat seni tari untuk menyelenggarakan kursus-kursus tari Jaipongan, dimanfaatkan pula oleh pengusaha pub-pub malam sebagai pemikat tamu undangan, dimana perkembangan lebih lanjut peluang usaha semacam ini dibentuk oleh para penggiat tari sebagai usaha pemberdayaan ekonomi dengan nama Sanggar Tari atau grup-grup di beberapa daerah wilayah Jawa Barat, misalnya di Subang dengan Jaipongan gaya &#8220;kaleran&#8221; (utara).</p>
<p>Ciri khas Jaipongan gaya kaleran, yakni keceriaan, erotis, humoris, semangat, spontanitas, dan kesederhanaan (alami, apa adanya). Hal itu tercermin dalam pola penyajian tari pada pertunjukannya, ada yang diberi pola (Ibing Pola) seperti pada seni Jaipongan yang ada di Bandung, juga ada pula tarian yang tidak dipola (Ibing Saka), misalnya pada seni Jaipongan Subang dan Karawang. Istilah ini dapat kita temui pada Jaipongan gaya kaleran, terutama di daerah Subang. Dalam penyajiannya, Jaipongan gaya kaleran ini, sebagai berikut: 1) Tatalu; 2) Kembang Gadung; 3) Buah Kawung Gopar; 4) Tari Pembukaan (Ibing Pola), biasanya dibawakan oleh penari tunggal atau Sinden Tatandakan (serang sinden tapi tidak bisa nyanyi melainkan menarikan lagu sinden/juru kawih); 5) Jeblokan dan Jabanan, merupakan bagian pertunjukan ketika para penonton (bajidor) sawer uang (jabanan) sambil salam tempel. Istilah jeblokan diartikan sebagai pasangan yang menetap antara sinden dan penonton (bajidor).</p>
<p>Perkembangan selanjutnya tari Jaipongan terjadi pada taahun <a title="1980" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1980">1980</a>-<a title="1990-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1990-an">1990-an</a>, di mana <a class="new" title="Gugum Gumbira (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gugum_Gumbira&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gugum Gumbira</a> menciptakan tari lainnya seperti <a class="new" title="Toka-toka (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Toka-toka&amp;action=edit&amp;redlink=1">Toka-toka</a>, <a class="new" title="Setra Sari (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Setra_Sari&amp;action=edit&amp;redlink=1">Setra Sari</a>, <a class="new" title="Sonteng (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sonteng&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sonteng</a>, <a class="new" title="Pencug (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pencug&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pencug</a>, <a class="new" title="Kuntul Mangut (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kuntul_Mangut&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kuntul Mangut</a>, <a class="new" title="Iring-iring Daun Puring (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iring-iring_Daun_Puring&amp;action=edit&amp;redlink=1">Iring-iring Daun Puring</a>, <a class="new" title="Rawayan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rawayan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Rawayan</a>, dan <a class="new" title="Tari Kawung Anten (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_Kawung_Anten&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tari Kawung Anten</a>. Dari tarian-tarian tersebut muncul beberapa penari Jaipongan yang handal antara lain <a class="new" title="Iceu Effendi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iceu_Effendi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Iceu Effendi</a>, <a class="new" title="Yumiati Mandiri (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Yumiati_Mandiri&amp;action=edit&amp;redlink=1">Yumiati Mandiri</a>, <a class="new" title="Miming Mintarsih (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Miming_Mintarsih&amp;action=edit&amp;redlink=1">Miming Mintarsih</a>, Nani, Erna, <a class="new" title="Mira Tejaningrum (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mira_Tejaningrum&amp;action=edit&amp;redlink=1">Mira Tejaningrum</a>, <a class="new" title="Ine Dinar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ine_Dinar&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ine Dinar</a>, <a class="new" title="Ega, Nuni (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ega,_Nuni&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ega, Nuni</a>, Cepy, Agah, <a class="new" title="Aa Suryabrata (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aa_Suryabrata&amp;action=edit&amp;redlink=1">Aa Suryabrata</a>, dan Asep.</p>
<p>Dewasa ini tari Jaipongan boleh disebut sebagai salah satu identitas keseniaan Jawa Barat, hal ini nampak pada beberapa acara-acara penting yang berkenaan dengan tamu dari negara asing yang datang ke Jawa Barat, maka disambut dengan pertunjukan tari Jaipongan. Demikian pula dengan misi-misi kesenian ke manca negara senantiasa dilengkapi dengan tari Jaipongan. Tari Jaipongan banyak mempengaruhi kesenian-kesenian lain yang ada di masyarakat Jawa Barat, baik pada seni pertunjukan wayang, degung, genjring/terbangan, kacapi jaipong, dan hampir semua pertunjukan rakyat maupun pada musik dangdut modern yang dikolaborasikan dengan Jaipong menjadi kesenian Pong-Dut.Jaipongan yang telah diplopori oleh Mr. Nur &amp; Leni</p>
<h2><span id="Sumber_rujukan" class="mw-headline">Sumber rujukan</span></h2>
<ul>
<li>Ganjar Kurnia. 2003. <em>Deskripsi kesenian Jawa Barat</em>. Dinas Kebudayaan &amp; Pariwisata Jawa Barat, Bandung.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenengnurlatipah.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenengnurlatipah.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenengnurlatipah.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenengnurlatipah.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenengnurlatipah.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenengnurlatipah.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenengnurlatipah.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenengnurlatipah.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenengnurlatipah.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenengnurlatipah.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenengnurlatipah.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenengnurlatipah.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenengnurlatipah.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenengnurlatipah.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengnurlatipah.wordpress.com&amp;blog=9361127&amp;post=92&amp;subd=nenengnurlatipah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/jaipongan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10e346c20f83d74fe43402bdbc21158b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nenengnurlatipah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fauvisme</title>
		<link>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/fauvisme/</link>
		<comments>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/fauvisme/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 08:38:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenengnurlatipah</dc:creator>
				<category><![CDATA[seni lukis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenengnurlatipah.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Fauvisme adalah suatu aliran dalam seni lukis yang berumur cukup pendek menjelang dimulainya era seni rupa modern. Nama fauvisme berasal dari kata sindiran &#8220;fauve&#8221; (binatang liar) oleh Louis Vauxcelles saat mengomentari pameran Salon d&#8217;Automne dalam artikelnya untuk suplemen Gil Blas edisi 17 Oktober 1905, halaman 2. Kepopuleran aliran ini dimulai dari Le Havre, Paris, hingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengnurlatipah.wordpress.com&amp;blog=9361127&amp;post=90&amp;subd=nenengnurlatipah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Fauvisme</strong> adalah suatu aliran dalam seni lukis yang berumur cukup pendek menjelang dimulainya era <a title="Seni rupa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_rupa">seni rupa</a> modern. Nama fauvisme berasal dari kata sindiran <em>&#8220;fauve&#8221;</em> (binatang liar) oleh Louis Vauxcelles saat mengomentari pameran <em>Salon d&#8217;Automne</em> dalam artikelnya untuk suplemen <em>Gil Blas</em> edisi 17 Oktober 1905, halaman 2.</p>
<p>Kepopuleran aliran ini dimulai dari <a title="Le Havre" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Le_Havre">Le Havre</a>, <a title="Paris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paris">Paris</a>, hingga <a title="Bordeaux" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bordeaux">Bordeaux</a>. Kematangan konsepnya dicapai pada tahun 1906.</p>
<table id="toc" class="toc" border="0">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>// &lt;![CDATA[<br />
//</p>
<h2><span id="Definisi" class="mw-headline">Definisi</span></h2>
<p>Fauvisme adalah aliran yang menghargai <a title="Ekspresi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekspresi">ekspresi</a> dalam menangkap suasana yang hendak dilukis. Tidak seperti karya <a title="Impresionisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Impresionisme">impresionisme</a>, <a title="Pelukis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pelukis">pelukis</a> fauvis berpendapat bahwa harmoni warna yang tidak terpaut dengan kenyataan di alam justru akan lebih memperlihatkan hubungan pribadi <a title="Seniman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seniman">seniman</a> dengan alam tersebut.</p>
<p>Konsep dasar fauvisme bisa terlacak pertama kali pada 1888 dari komentar <a title="Paul Gauguin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paul_Gauguin">Paul Gauguin</a> kepada <a class="new" title="Paul Sérusier (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paul_S%C3%A9rusier&amp;action=edit&amp;redlink=1">Paul Sérusier</a>:</p>
<dl>
<dd><em>&#8220;How do you see these trees? They are yellow. So, put in yellow; this shadow, rather blue, paint it with pure <a class="new" title="Ultramarine (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ultramarine&amp;action=edit&amp;redlink=1">ultramarine</a>; these red leaves? Put in <a class="new" title="Vermilion (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Vermilion&amp;action=edit&amp;redlink=1">vermilion</a>.&#8221;</em></dd>
</dl>
<dl>
<dd>&#8220;Bagaimana kau menginterpretasikan pepohonan itu? Kuning, karena itu tambahkan <a title="Kuning" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kuning">kuning</a>. Lalu bayangannya terlihat agak biru, karena itu tambahkan <a class="new" title="Ultramarine (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ultramarine&amp;action=edit&amp;redlink=1">ultramarine</a>. Daun yang kemerahan? Tambahkan saja <a class="new" title="Vermillion (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Vermillion&amp;action=edit&amp;redlink=1">vermillion</a>.&#8221;</dd>
</dl>
<p>Segala hal yang berhubungan dengan pengamatan secara objektif dan realistis, seperti yang terjadi dalam lukisan <a class="mw-redirect" title="Naturalisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Naturalisme">naturalis</a>, digantikan oleh pemahaman secara emosional dan imajinatif. Sebagai hasilnya warna dan konsep ruang akan terasa bernuansa puitis. Warna-warna yang dipakai jelas tidak lagi disesuaikan dengan warna di lapangan, tetapi mengikuti keinginan pribadi pelukis.</p>
<p>Penggunaan <a class="new" title="Garis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Garis&amp;action=edit&amp;redlink=1">garis</a> dalam fauvisme disederhanakan sehingga pemirsa lukisan bisa mendeteksi keberadaan garis yang jelas dan kuat. Akibatnya bentuk benda mudah dikenali tanpa harus mempertimbangkan banyak <a class="new" title="Detail (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Detail&amp;action=edit&amp;redlink=1">detail</a>.</p>
<p>Pelukis fauvis menyerukan pemberontakan terhadap kemapanan seni lukis yang telah lama terbantu oleh objektivitas ilmu pengetahuan seperti yang terjadi dalam aliran <a title="Impresionisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Impresionisme">impresionisme</a>, meskipun ilmu-ilmu dari pelukis terdahulu yang mereka tentang tetap dipakai sebagai dasar dalam melukis. Hal ini terutama terjadi pada masa awal populernya aliran ini pada periode 1904 hingga 1907.</p>
<h2><span id="Pengaruh" class="mw-headline">Pengaruh</span></h2>
<p>Pengaruh awal dari aliran ini mungkin sekali didapat dari rintisan yang dimulai oleh karya-karya <a class="mw-redirect" title="Paul Cezanne" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paul_Cezanne">Paul Cezanne</a>, <a class="new" title="Gustave Moreau (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gustave_Moreau&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gustave Moreau</a>, Paul Gauguin, maupun <a title="Vincent van Gogh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vincent_van_Gogh">Vincent van Gogh</a>. Meskipun pelukis tersebut tidak melibatkan diri kepada gerakan fauvisme dan berbeda era dengan dimulainya aliran ini, namun karyanya menjadi acuan bagi pelukis muda yang nantinya akan menjadi pelukis fauvis.</p>
<p>Meskipun hanya berumur pendek, aliran fauvisme menjadi tonggak konsep seni rupa modern berikutnya.</p>
<h2><span id="Tokoh_Fauvisme" class="mw-headline">Tokoh Fauvisme</span></h2>
<ul>
<li><a title="Henri Matisse" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Henri_Matisse">Henri Matisse</a></li>
<li><a class="new" title="André Derain (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Andr%C3%A9_Derain&amp;action=edit&amp;redlink=1">André Derain</a></li>
<li><a class="new" title="Georges Braque (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Georges_Braque&amp;action=edit&amp;redlink=1">Georges Braque</a></li>
<li><a class="new" title="Albert Marquet (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Albert_Marquet&amp;action=edit&amp;redlink=1">Albert Marquet</a></li>
<li><a class="new" title="Henri Manguin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Henri_Manguin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Henri Manguin</a></li>
<li><a class="new" title="Charles Camoin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Charles_Camoin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Charles Camoin</a></li>
<li><a class="new" title="Henri Evenepoel (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Henri_Evenepoel&amp;action=edit&amp;redlink=1">Henri Evenepoel</a></li>
<li><a class="new" title="Jean Puy (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jean_Puy&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jean Puy</a></li>
<li><a class="new" title="Maurice de Vlaminck (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Maurice_de_Vlaminck&amp;action=edit&amp;redlink=1">Maurice de Vlaminck</a></li>
<li><a class="new" title="Raoul Dufy (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Raoul_Dufy&amp;action=edit&amp;redlink=1">Raoul Dufy</a></li>
<li><a class="new" title="Othon Friesz (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Othon_Friesz&amp;action=edit&amp;redlink=1">Othon Friesz</a></li>
<li><a class="new" title="Georges Roua (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Georges_Roua&amp;action=edit&amp;redlink=1">Georges Roua</a></li>
</ul>
<h2><span id="Aliran_seni_lukis_yang_berhubungan_erat" class="mw-headline">Aliran seni lukis yang berhubungan erat</span></h2>
<ul>
<li><a title="Impresionisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Impresionisme">Impresionisme</a></li>
<li><a class="new" title="Nabisme (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nabisme&amp;action=edit&amp;redlink=1">Nabisme</a></li>
<li><a title="Ekspresionisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekspresionisme">Ekspresionisme</a></li>
<li><a class="new" title="Neo-Impresionisme (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Neo-Impresionisme&amp;action=edit&amp;redlink=1">Neo-Impresionisme</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenengnurlatipah.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenengnurlatipah.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenengnurlatipah.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenengnurlatipah.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenengnurlatipah.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenengnurlatipah.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenengnurlatipah.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenengnurlatipah.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenengnurlatipah.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenengnurlatipah.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenengnurlatipah.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenengnurlatipah.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenengnurlatipah.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenengnurlatipah.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengnurlatipah.wordpress.com&amp;blog=9361127&amp;post=90&amp;subd=nenengnurlatipah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/fauvisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10e346c20f83d74fe43402bdbc21158b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nenengnurlatipah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Impresionisme</title>
		<link>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/impresionisme/</link>
		<comments>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/impresionisme/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 08:35:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenengnurlatipah</dc:creator>
				<category><![CDATA[seni lukis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenengnurlatipah.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Impresionisme adalah suatu gerakan seni dari abad 19 yang dimulai dari Paris pada tahun 1860an. Nama ini awalnya dikutip dari lukisan Claude Monet, &#8220;Impression, Sunrise&#8221; (&#8220;Impression, soleil levant&#8221;). Kritikus Louis Leroy menggunakan kata ini sebagai sindiran dalam artikelnya di Le Charivari. Karakteristik utama lukisan impresionisme adalah kuatnya goresan kuas, warna-warna cerah (bahkan banyak sekali pelukis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengnurlatipah.wordpress.com&amp;blog=9361127&amp;post=87&amp;subd=nenengnurlatipah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Impresionisme</strong> adalah suatu gerakan seni dari <a class="mw-redirect" title="Abad 19" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_19">abad 19</a> yang dimulai dari <a title="Paris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paris">Paris</a> pada tahun <a title="1860" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1860">1860an</a>. Nama ini awalnya dikutip dari lukisan <a title="Claude Monet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Claude_Monet">Claude Monet</a>, <em>&#8220;<a class="new" title="Impression, Sunrise (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Impression,_Sunrise&amp;action=edit&amp;redlink=1">Impression, Sunrise</a>&#8221; (&#8220;Impression, soleil levant&#8221;)</em>. Kritikus <a class="new" title="Louis Leroy (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Louis_Leroy&amp;action=edit&amp;redlink=1">Louis Leroy</a> menggunakan kata ini sebagai sindiran dalam artikelnya di <em><a class="new" title="Le Charivari (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Le_Charivari&amp;action=edit&amp;redlink=1">Le Charivari</a></em>.</p>
<p>Karakteristik utama lukisan impresionisme adalah kuatnya goresan kuas, warna-warna cerah (bahkan banyak sekali pelukis impresionis yang mengharamkan warna hitam karena dianggap bukan bagian dari cahaya), komposisi terbuka, penekanan pada kualitas pencahayaan, subjek-subjek lukisan yang tidak terlalu menonjol, dan sudut pandang yang tidak biasa.</p>
<p>Pengaruh impresionisme dalam seni rupa juga merambah ke bidang musik dan sastra.</p>
<table id="toc" class="toc" border="0">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>// &lt;![CDATA[<br />
//</p>
<h2><span class="editsection"> </span><span id="Penjelasan" class="mw-headline">Penjelasan</span></h2>
<p>Seniman impresionisme pada awalnya terinspirasi oleh teori-teori <a class="mw-redirect" title="Eugene Delacroix" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eugene_Delacroix">Eugene Delacroix</a> yang mulai merasakan ketidakpuasan terhadap perkembangan seni akademis pada masa itu yang terlalu berkonsentrasi kepada mahzab seni lukis klasik. Ia berpendapat bahwa lukisan tidak selamanya dibentuk dengan pengolahan garis secara berlebihan seperti dikembangkan oleh <a class="new" title="Ingres (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ingres&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ingres</a> selama bertahun-tahun. Sebaliknya pengolahan bidang-bidang warna dengan penuh perhitungan akan menghasilkan bentuk lukisan yang tidak kalah menariknya.</p>
<p>Namun Delacroix sendiri bisa dianggap gagal melepaskan diri dari pengaruh pakem seni lukis akademi karena bagaimanapun lukisannya sendiri masih berkonsentrasi pada bentuk-bentuk secara ideal.</p>
<p>Kemudian beberapa pelukis secara radikal melanggar aturan-aturan akademis dalam pembuatan lukisan. Lukisan ini tidak lagi berkonsentrasi pada bentuk secara mendetail dengan mementingkan <a class="new" title="Kontur (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kontur&amp;action=edit&amp;redlink=1">kontur</a>, <a class="new" title="Volume (seni rupa) (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Volume_%28seni_rupa%29&amp;action=edit&amp;redlink=1">volume</a>, dan <a class="new" title="Garis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Garis&amp;action=edit&amp;redlink=1">garis</a>. Juga meninggalkan pengamatan struktural bentuk suatu objek. Sebaliknya, suasana didapatkan dengan menangkap kesan (<em>impresi</em>) cahaya yang ditangkap sekilas oleh mata. Akibatnya bentuk objek menjadi lebih sederhana, tidak seperti lukisan <a class="mw-redirect" title="Naturalisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Naturalisme">naturalisme</a> atau <a class="new" title="Realisme (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Realisme&amp;action=edit&amp;redlink=1">realisme</a>.</p>
<p>Pada awalnya tidak hanya lukisan <em>still life</em> dan potret saja yang dibuat di dalam ruangan, tetapi juga pemandangan. Hal inilah yang kemudian mendorong seniman impresionis untuk menemukan bahwa ada kesan yang berbeda didapatkan jika lukisan dibuat di area terbuka dengan langsung mengamati objek yang dibuat. Mereka memakai goresan warna-warna pendek, pecah, dan sekaligus murni (dengan arti tidak disengajakan untuk dicampur di atas palet) untuk memberikan nyawa kepada lukisan. Penekanan lukisan kemudian bergeser kepada kesan keseluruhan daripada detail-detail objek tertentu.</p>
<p>Perkembangan selanjutnya dari impresionisme adalah penemuan bahwa yang lebih penting daripada teknik impresionisme sendiri adalah pembedaan dalam sudut pandang. Impresionisme sebenarnya adalah seni pergerakan, pose, dan komposisi dari permainan kesan cahaya yang dituangkan dalam warna-warna cerah dan bervariasi.</p>
<p>Pada akhir <a class="mw-redirect" title="Abad 19" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_19">abad 19</a>, masyarakat mulai mempercayai bahwa impresionisme adalah cara pandang yang jernih dan jujur terhadap kehidupan, meskipun secara <a class="new" title="Artisitik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Artisitik&amp;action=edit&amp;redlink=1">artisitik</a> bukanlah pendekatan yang benar dalam pembuatan karya.</p>
<p>Puncak gerakan seni impresionisme di <a title="Perancis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perancis">Perancis</a> terjadi hampir bersamaan dengan di negara lain, antara lain di <a title="Italia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Italia">Italia</a> dengan pelukis <a class="new" title="Macchiaioli (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Macchiaioli&amp;action=edit&amp;redlink=1">Macchiaioli</a>, dan <a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a> dengan pelukis <a class="new" title="Winslow Homer (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Winslow_Homer&amp;action=edit&amp;redlink=1">Winslow Homer</a>.</p>
<p>Impresionisme menjadi pelopor berkembangnya aliran-aliran seni modern lain seperti <a class="new" title="Post-Impresionisme (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Post-Impresionisme&amp;action=edit&amp;redlink=1">Post-Impresionisme</a>, <a title="Fauvisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fauvisme">Fauvisme</a>, and <a class="new" title="Kubisme (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kubisme&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kubisme</a>.</p>
<div class="floatright"><a class="image" title="Paintings by Renoir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Impressionism_renoir.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/aa/Impressionism_renoir.jpg" alt="Paintings by Renoir" width="210" height="692" /></a></div>
<h2><span id="Sejarah" class="mw-headline">Sejarah</span></h2>
<p>Dalam sejarah perubahan <a title="Paris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paris">Paris</a> oleh <a class="mw-redirect" title="Napoleon III" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Napoleon_III">Napoleon III</a>, <a class="new" title="Académie des beaux-arts (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Acad%C3%A9mie_des_beaux-arts&amp;action=edit&amp;redlink=1">Académie des beaux-arts</a> mendominasi kegiatan seni di abad 19. Akademi ini adalah penguasa standarisasi tradisional lukisan-lukisan Perancis, termasuk dalam hal tema dan gaya. Tema historis, religius, dan potret sangat dihargai pada saat itu, sementara tema pemandangan dan <em>still life</em> hanya dipandang sebelah mata. Académie des beaux-arts juga menginginkan setiap lukisan memperhatikan setiap detail dan finishing yang sempurna, dan jika bisa mendekati kemiripan fotografis. Semua goresan kuas sangat diperhatikan dengan mempertimbangkan bahwa hal tersebut adalah cerminan kepribadian, emosi, dan teknik yang dimiliki seorang pelukis. Warna-warna gelap dan suram lebih dihargai.</p>
<p>Akademi mengadakan pameran tahunan <em><a class="new" title="Salon de Paris (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Salon_de_Paris&amp;action=edit&amp;redlink=1">Salon de Paris</a></em>, dan pelukis yang terpilih akan memenangkan sejumlah hadiah dan penugasan yang kemudian akan menjamin keberlangsungan karya-karya pelukis tersebut. Secara tidak langsung, hal inilah yang mendorong terbentuknya standarisasi lukisan yang tercermin dari pilihan para juri.</p>
<p>Beberapa pelukis muda kemudian semakin cenderung memakai warna-warna cerah dan terang dibanding generasi sebelumnya, dengan maksud mengembangka gaya <a class="new" title="Realisme (seni rupa (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Realisme_%28seni_rupa&amp;action=edit&amp;redlink=1">Realisme</a> <a class="new" title="Gustave Courbet (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gustave_Courbet&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gustave Courbet</a> dan kemudian mendapat pengaruh <a class="new" title="Kelompok Barbizon (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kelompok_Barbizon&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kelompok Barbizon</a> yang berusaha membiaakan diri melukis alam secara jujur di tempat yang dianggap indah. Mereka juga lebih memilih tema pemandangan dan kehidupan sehari-hari dibanding cerita sejarah.</p>
<p>Baik kelompok asli Barbizon maupun calon-calon pelukis neoklasik yang kemudian bergabung ke dalamnya atau terinspirasi olehnya setiap tahun dengan gigih mengirimkan karyanya ke pameran <em>Salon de Paris</em>, dan terus menerus ditolak oleh juri. Kelompok pelukis muda ini antara lain <a title="Claude Monet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Claude_Monet">Claude Monet</a>, <a class="new" title="Pierre Auguste Renoir (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pierre_Auguste_Renoir&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pierre Auguste Renoir</a>, <a class="new" title="Alfred Sisley (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alfred_Sisley&amp;action=edit&amp;redlink=1">Alfred Sisley</a>, dan <a class="new" title="Frédéric Bazille (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fr%C3%A9d%C3%A9ric_Bazille&amp;action=edit&amp;redlink=1">Frédéric Bazille</a> yang sebelumnya belajar kepada <a class="new" title="Marc-Charles-Gabriel Gleyre (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Marc-Charles-Gabriel_Gleyre&amp;action=edit&amp;redlink=1">Charles Gleyre</a>, sering melukis bersama, dan menjalin persahabatan yang erat.</p>
<p>Pada tahun <a title="1863" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1863">1863</a>, para juri menolak <em><a class="new" title="The Luncheon on the Grass (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=The_Luncheon_on_the_Grass&amp;action=edit&amp;redlink=1">The Luncheon on the Grass</a></em> <em>(Le déjeuner sur l'herbe)</em> karya Manet yang menampilkan wanita telanjang yang dikelilingi dua pria dalam sebuah <a class="new" title="Piknik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Piknik&amp;action=edit&amp;redlink=1">piknik</a>. Juri beranggapan bahwa ketelanjangan bisa diterima dalam lukisan historis dan religius, tetapi menampilkannya dalam kehidupan sehari-hari adalah hal yang melanggar norma. Manet merasa sangat kecewa dengan penolakan ini yang sekaligus menimbulkan polemik di kalangan seniman. Meskipun Manet tidak secara langsung menyebut dirinya sebagai seniman neoklasik, ia sebenarnya terlibat sebagai pemimpin dalam diskusi di <a class="new" title="Café Guerbois (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Caf%C3%A9_Guerbois&amp;action=edit&amp;redlink=1">Café Guerbois</a>, di mana seniman-seniman neoklasik berkumpul, dan mengembangkan pengaruh neoklasik.</p>
<p>Setelah memperhatikan karya-larya yang ditolak pada tahun 1863, Kaisar Napoleon III memutuskan bahwa masyarakat umum berhak menilai sendiri karya-karya tersebut, dan mengadakan <a class="new" title="Salon des Refusés (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Salon_des_Refus%C3%A9s&amp;action=edit&amp;redlink=1">Salon des Refusés</a> (Salon Penolakan). Kegiatan ini berlangsung bertahun-tahun, hingga kemudian pada April <a title="1874" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1874">1874</a> seniman-seniman impresionisme mendapatkan kesempatan menggelar pamerannya sendiri.</p>
<p>Namun kaum neoklasikme kemudian tetap tidak mendapatkan kepuasan dengan fasilitas ini. Mereka kemudian merencanakan pameran yang terpisah dengan Salon. Namun ide ini ditolak oleh <a class="new" title="Manet (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Manet&amp;action=edit&amp;redlink=1">Manet</a>, sekalipun ia sendiri termasuk orang yang paling berpengaruh di kelompok ini karena berpendapat bahwa perjuangan kaum neoklasikme justru seharusnya dimulai dengan mendobrak tembok penjurian di Salon. <a class="new" title="Morisott (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Morisott&amp;action=edit&amp;redlink=1">Morisott</a>, salah satu dari sedikit wanita dari kelompok <a class="new" title="Café Guerbois (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Caf%C3%A9_Guerbois&amp;action=edit&amp;redlink=1">Café Guerbois</a> memutuskan untuk turut serta dalam pameran, sekalipun beberapa karyanya sudah siap dipamerkan di Salon.</p>
<p>Setelah menyaksikan pameran tersebut, <a class="new" title="Louis Leroy (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Louis_Leroy&amp;action=edit&amp;redlink=1">Louis Leroy</a> menulis <em>review</em> yang tidak terlalu bersahabat di <a class="mw-redirect" title="Surat kabar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_kabar">surat kabar</a> <em>Le Charivari</em>. Leroy menyatakan bahwa <em>[ Sunrise]</em> <em>(soleil levant)</em> oleh <a title="Claude Monet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Claude_Monet">Claude Monet</a> tidak lebih dari sekedar sketsa kasar dan belum bisa digolongkan ke dalam karya yang bisa dikategorikan telah diselesaikan.</p>
<p>Istilah &#8220;neoklasik&#8221; menjadi sangat populer di kalangan <a title="Seniman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seniman">seniman</a>, tidak hanya sebagai sindiran, tetapi kadang juga sebagai &#8220;lencana kehormatan&#8221;. Pemberontakan dan kemandirian menjadi jiwa utama dari gerakan ini, meskipun teknik masing-masing pelukis bisa saja berbeda. Monet, Sisley, <a class="new" title="Berthe Morisot (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berthe_Morisot&amp;action=edit&amp;redlink=1">Berthe Morisot</a> dan <a class="new" title="Camille Pissarro (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Camille_Pissarro&amp;action=edit&amp;redlink=1">Camille Pissarro</a> bisa digolongkan neoklasik. Sementara <a class="mw-redirect" title="Degas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Degas">Degas</a> menolak pakem neoklasikme yang sudah ada dengan karya-karya <a class="mw-redirect" title="Drawing" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Drawing">drawing</a> dan grafisnya. Renoir berbalik menentang neoklasik sejak 1880an, dan tidak pernah kembali lagi kepada aliran ini.</p>
<p>Gelora neoklasik lenyap seiring dengan perpecahan di antara penganutnya. Terutama pada pameran terakhir di mana seniman muda seperti <a class="new" title="Seurat (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seurat&amp;action=edit&amp;redlink=1">Seurat</a> mengemukakan teori-teori baru dalam karya neoklasik dengan teknik <a title="Pointillisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pointillisme">pointillismenya</a>. Akhirnya masing-masing anggota memasuki babak baru dengan melepaskan diri dari teori ideal neoklasik dengan memasuki masa <a class="new" title="Neoklasikme (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Neoklasikme&amp;action=edit&amp;redlink=1">neoklasikme</a>.</p>
<h2><span id="Pengaruh_teknologi_dan_sains" class="mw-headline">Pengaruh teknologi dan sains</span></h2>
<p>Secara kebetulan, pada masa keemasan impresionisme, ditemukan pula penggunaan teknik fotografi. Pada awalnya fotografi dianggap bisa memusnahkan keberadaan seni lukis. Namun tujuan utama impresionisme yang menangkap kesan sesaat justru membuat fotografi menjadi alat bantu utama yang sangat bermanfaat. Pelukis menjadi bisa mengeksplorasi hal-hal yang biasanya hanya terjadi sesaat, seperti langkah kuda saat berlari, suasana kota yang dinamis.</p>
<p>Selain itu teori warna juga sangat berkembang dan membantu pengembangan aliran impresionisme.</p>
<h2><span id="Pengaruh_terhadap_seni_rupa_modern" class="mw-headline">Pengaruh terhadap seni rupa modern</span></h2>
<p>Ada banyak hal yang menyebabkan impresionisme bisa dianggap sebagai pelopor gerakan seni rupa modern lain. Antara lain berhasil mendobrak keterpakuan seni terhadap subjek yang akan dilukis. Hal ini bisa dilihat dari contoh karya Manet yang menganggap moral bukanlah sesuatu yang harus terlalu dipertimbangkan di dalam seni rupa, sebab inti dari lukisan adalah lukisan itu sendiri, bukan pesan yang akan disampaikannya. tetapi bukan berarti hal itu membuat dunia lukis menjadi dunia yang cabul, sebab kevulgaran itu sendiri bukanlah tujuan pelukis impresionisme, hanya saja jika ketelanjangan diperlukan, katakanlah untuk membantu komposisi, maka hal itu memang harus dilukiskan.</p>
<p>Selain itu impresionisme juga mempelopori penerapan kembali teori-teori sains terbaru dalam dunia seni lukis. Antara lain pencampuran warna secara optis yang pada masa itu diperkenalkan oleh <a class="new" title="Chevreul (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Chevreul&amp;action=edit&amp;redlink=1">Chevreul</a>. Hampir seluruh contoh karya impresionisme memperlihatkan kesadaran pelukisnya bahwa warna-warna, meskipun tidak dicampurkan dengan palet, namun saat didekatkan akan menghasilkan ilusi warna tertentu. Misalnya kuning yang didekatkan dengan hijau akan membuat warna kuning tersebut seolah mendekati warna hijau. Sebaliknya warna kuning jika didekatkan dengan warna ungu akan membuat warna tersebut semakin menyala dan memperlihatkan identitas kuningnya secara optis.</p>
<p>Impresionisme juga membuat penggunaaan warna hitam di dalam lukisan berkurang jauh. Sebab seniman kemudian menyadari bahwa bagaimanapun hitam bukanlah warna. Secara visual adalah mustahil bagi seseorang untuk mendapatkan suasana dengan warna hitam.</p>
<h2><span id="Ciri_khas" class="mw-headline">Ciri khas</span></h2>
<ul>
<li>Goresan kuas pendek dan tebal dengan gaya mirip sketsa, untuk memberikan kemudahan pelukis menangkap esensi subjek daripada detailnya.</li>
<li><a title="Warna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Warna">Warna</a> didapat dengan sesedikit mungkin pencampuran <a title="Pigmen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pigmen">pigmen</a> cat yang digunakan. Diharapkan warna tercampur secara optis oleh <a title="Retina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Retina">retina</a>.</li>
<li>Bayangan dibuat dengan mencampurkan <a title="Teori brewster" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_brewster">warna komplementer</a> (Hitam tidak digunakan sebagai bayangan).</li>
<li>Cat tidak ditunggu kering untuk ditimpa dengan warna berikutnya.</li>
<li>Pengolahan sifat transparansi cat dihindari.</li>
<li>Meneliti sedetail mungkin sifat pantulan cahaya dari suatu objek untuk kemudian diterapkan di dalam lukisan.</li>
<li>Dikerjakan di luar ruangan (<em><a class="new" title="En plein air (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=En_plein_air&amp;action=edit&amp;redlink=1">en plein air</a></em>)</li>
</ul>
<p>Sebenarnya ciri ini hampir bisa ditemui di aliran-aliran lain, tetapi hanya impresionisme lah yang memiliki ciri tersebut secara keseluruhan dengan sengaja.</p>
<div class="floatright"><a class="new" title="Berkas:Podkowinski sklad.JPG" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Istimewa:Pemuatan&amp;wpDestFile=Podkowinski_sklad.JPG">Berkas:Podkowinski sklad.JPG</a></div>
<h2><span id="Post-Impresionisme" class="mw-headline">Post-Impresionisme</span></h2>
<p>neoklasik adalah suatu masa yang masih dipengaruhi sisa-sisa neoklasikme. Pada awal 1880 pelukis mulai mengeksplorasi sisi lain dari penggunaan warna, pola, bentuk, dan garis yang sedikit berlawanan dari pencapaian neoklasikme. Pelukis pada era ini contohnya adalah <a class="mw-redirect" title="Vincent Van Gogh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vincent_Van_Gogh">Vincent Van Gogh</a>, <a title="Paul Gauguin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paul_Gauguin">Paul Gauguin</a>, <a class="new" title="Georges Seurat (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Georges_Seurat&amp;action=edit&amp;redlink=1">Georges Seurat</a> dan <a class="new" title="Henri de Toulouse-Lautrec (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Henri_de_Toulouse-Lautrec&amp;action=edit&amp;redlink=1">Henri de Toulouse-Lautrec</a>. <a class="new" title="Camille Pissarro (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Camille_Pissarro&amp;action=edit&amp;redlink=1">Camille Pissarro</a>, yang sebelumnya adalah seniman neoklasik kemudian mengembangkan gaya <a class="new" title="Pointilisme (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pointilisme&amp;action=edit&amp;redlink=1">pointilisme</a>. Monet meninggalkan kewajiban melukis di luar ruangan. <a title="Paul Cézanne" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paul_C%C3%A9zanne">Paul Cézanne</a>, meskipun telah tiga kali terlibat dalam pameran neoklasik, kemudian mengembangkan gayanya tersendiri.</p>
<p>Karya seluruh seniman ini meskipun tidak lagi menganut aliran neoklasikme namun masih mengandung unsur-unsur dasarnya.</p>
<h2><span id="Pelukis-pelukis_yang_pernah_menganut_impresionisme" class="mw-headline">Pelukis-pelukis yang pernah menganut impresionisme</span></h2>
<ul>
<li><a class="new" title="Frédéric Bazille (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fr%C3%A9d%C3%A9ric_Bazille&amp;action=edit&amp;redlink=1">Frédéric Bazille</a></li>
<li><a class="new" title="Jean Beraud (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jean_Beraud&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jean Beraud</a></li>
<li><a class="new" title="Eugène Boudin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Eug%C3%A8ne_Boudin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Eugène Boudin</a></li>
<li><a title="Mary Cassatt" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mary_Cassatt">Mary Cassatt</a></li>
<li><a class="new" title="Gustave Caillebotte (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gustave_Caillebotte&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gustave Caillebotte</a></li>
<li><a title="Paul Cézanne" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paul_C%C3%A9zanne">Paul Cézanne</a></li>
<li><a class="new" title="Lovis Corinth (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lovis_Corinth&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lovis Corinth</a></li>
<li><a title="Edgar Degas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Edgar_Degas">Edgar Degas</a></li>
<li><a class="new" title="Giuseppe De Nittis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Giuseppe_De_Nittis&amp;action=edit&amp;redlink=1">Giuseppe De Nittis</a></li>
<li><a class="new" title="Frederick Carl Frieseke (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Frederick_Carl_Frieseke&amp;action=edit&amp;redlink=1">Frederick Carl Frieseke</a></li>
<li><a class="new" title="Eva Gonzalès (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Eva_Gonzal%C3%A8s&amp;action=edit&amp;redlink=1">Eva Gonzalès</a></li>
<li><a class="new" title="Armand Guillaumin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Armand_Guillaumin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Armand Guillaumin</a></li>
<li><a class="new" title="Nazmi Ziya Güran (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nazmi_Ziya_G%C3%BCran&amp;action=edit&amp;redlink=1">Nazmi Ziya Güran</a></li>
<li><a class="new" title="Childe Hassam (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Childe_Hassam&amp;action=edit&amp;redlink=1">Childe Hassam</a></li>
<li><a class="new" title="Wilson Irvine (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wilson_Irvine&amp;action=edit&amp;redlink=1">Wilson Irvine</a></li>
<li><a class="new" title="Johan Jongkind (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Johan_Jongkind&amp;action=edit&amp;redlink=1">Johan Jongkind</a></li>
<li><a class="new" title="Konstantin Korovin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Konstantin_Korovin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Konstantin Korovin</a></li>
<li><a class="new" title="Stanislas Lépine (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Stanislas_L%C3%A9pine&amp;action=edit&amp;redlink=1">Stanislas Lépine</a></li>
<li><a class="new" title="Max Liebermann (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Max_Liebermann&amp;action=edit&amp;redlink=1">Max Liebermann</a></li>
<li><a class="new" title="Laura Muntz Lyall (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Laura_Muntz_Lyall&amp;action=edit&amp;redlink=1">Laura Muntz Lyall</a></li>
<li><a class="new" title="Édouard Manet (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=%C3%89douard_Manet&amp;action=edit&amp;redlink=1">Édouard Manet</a></li>
<li><a class="new" title="Jacob Maris (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jacob_Maris&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jacob Maris</a></li>
<li><a class="new" title="Willem Maris (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Willem_Maris&amp;action=edit&amp;redlink=1">Willem Maris</a></li>
<li><a class="new" title="Anton Mauve (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Anton_Mauve&amp;action=edit&amp;redlink=1">Anton Mauve</a></li>
<li><a class="new" title="Willard Metcalf (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Willard_Metcalf&amp;action=edit&amp;redlink=1">Willard Metcalf</a></li>
<li><a title="Claude Monet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Claude_Monet">Claude Monet</a></li>
<li><a class="new" title="Berthe Morisot (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berthe_Morisot&amp;action=edit&amp;redlink=1">Berthe Morisot</a></li>
<li><a class="new" title="Francisco Oller (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Francisco_Oller&amp;action=edit&amp;redlink=1">Francisco Oller y Cestero</a></li>
<li><a class="new" title="William McGregor Paxton (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=William_McGregor_Paxton&amp;action=edit&amp;redlink=1">William McGregor Paxton</a></li>
<li><a class="new" title="Lilla Cabot Perry (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lilla_Cabot_Perry&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lilla Cabot Perry</a></li>
<li><a class="new" title="Camille Pissarro (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Camille_Pissarro&amp;action=edit&amp;redlink=1">Camille Pissarro</a></li>
<li><a class="new" title="Władysław Podkowiński (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=W%C5%82adys%C5%82aw_Podkowi%C5%84ski&amp;action=edit&amp;redlink=1">Władysław Podkowiński</a></li>
<li><a class="new" title="Pierre-Auguste Renoir (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pierre-Auguste_Renoir&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pierre-Auguste Renoir</a></li>
<li><a class="new" title="Theodore Robinson (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Theodore_Robinson&amp;action=edit&amp;redlink=1">Theodore Robinson</a></li>
<li><a title="Auguste Rodin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Auguste_Rodin">Auguste Rodin</a></li>
<li><a class="new" title="Zinaida Serebryakova (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zinaida_Serebryakova&amp;action=edit&amp;redlink=1">Zinaida Serebryakova</a></li>
<li><a class="new" title="Valentin Serov (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Valentin_Serov&amp;action=edit&amp;redlink=1">Valentin Serov</a></li>
<li><a class="new" title="Alfred Sisley (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alfred_Sisley&amp;action=edit&amp;redlink=1">Alfred Sisley</a></li>
<li><a class="new" title="John Henry Twachtman (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=John_Henry_Twachtman&amp;action=edit&amp;redlink=1">John Henry Twachtman</a></li>
<li><a class="new" title="J. Alden Weir (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=J._Alden_Weir&amp;action=edit&amp;redlink=1">J. Alden Weir</a></li>
<li><a class="new" title="Konstantin Yuon (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Konstantin_Yuon&amp;action=edit&amp;redlink=1">Konstantin Yuon</a></li>
<li><a class="new" title="Federico Zandomeneghi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Federico_Zandomeneghi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Federico Zandomeneghi</a></li>
</ul>
<h2><span id="Referensi" class="mw-headline">Referensi</span></h2>
<div class="references-small"></div>
<ul>
<li>Moskowitz, Ira; Sérullaz, Maurice (1962). <em>French Impressionists: A Selection of Drawings of the French 19th Century</em>. Boston and Toronto: Little, Brown and Company. <a class="internal mw-magiclink-isbn" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Istimewa:Sumber_buku/0316585602">ISBN 0-316-58560-2</a></li>
</ul>
<ul>
<li>Gowing, Lawrence, with Adriani, Götz; Krumrine, Mary Louise; Lewis, Mary Tompkins; Patin, Sylvie; Rewald, John (1988). <em>Cezanne: The Early Years 1859-1872</em>. New York: Harry N. Abrams.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenengnurlatipah.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenengnurlatipah.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenengnurlatipah.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenengnurlatipah.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenengnurlatipah.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenengnurlatipah.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenengnurlatipah.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenengnurlatipah.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenengnurlatipah.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenengnurlatipah.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenengnurlatipah.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenengnurlatipah.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenengnurlatipah.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenengnurlatipah.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengnurlatipah.wordpress.com&amp;blog=9361127&amp;post=87&amp;subd=nenengnurlatipah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/impresionisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10e346c20f83d74fe43402bdbc21158b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nenengnurlatipah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/aa/Impressionism_renoir.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Paintings by Renoir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menggambar</title>
		<link>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/menggambar/</link>
		<comments>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/menggambar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 08:30:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenengnurlatipah</dc:creator>
				<category><![CDATA[seni lukis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenengnurlatipah.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[drawing) adalah kegiatan kegiatan membentuk imaji, dengan menggunakan banyak pilihan teknik dan alat. Bisa pula berarti membuat tanda-tanda tertentu di atas permukaan dengan mengolah goresan dari alat gambar. Pelakunya populer dengan sebutan Penggambar/juru gambar (ingg.:draftsman) yang merupakan salah satu bagian pekerjaan dari perupa. // &#60;![CDATA[ // Definisi &#8220;The peacock skirt,&#8221; oleh Aubrey Beardsley, 1892 Menggambar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengnurlatipah.wordpress.com&amp;blog=9361127&amp;post=85&amp;subd=nenengnurlatipah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>drawing</em>) adalah kegiatan kegiatan membentuk <a class="mw-redirect" title="Imaji" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imaji">imaji</a>, dengan menggunakan banyak pilihan teknik dan alat. Bisa pula berarti membuat tanda-tanda tertentu di atas permukaan dengan mengolah goresan dari alat gambar.</p>
<p>Pelakunya populer dengan sebutan Penggambar/juru gambar (<a title="Bahasa Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">ingg.</a>:<em>draftsman</em>) yang merupakan salah satu bagian pekerjaan dari <a title="Perupa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perupa">perupa</a>.</p>
<table id="toc" class="toc" border="0">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>// &lt;![CDATA[<br />
//</p>
<h2><span class="editsection"> </span><span id="Definisi" class="mw-headline">Definisi</span></h2>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:202px;"><a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Beardsley-peacockskirt.PNG"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c5/Beardsley-peacockskirt.PNG/200px-Beardsley-peacockskirt.PNG" alt="" width="200" height="274" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Beardsley-peacockskirt.PNG"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>&#8220;The peacock skirt,&#8221; oleh <a class="new" title="Aubrey Beardsley (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aubrey_Beardsley&amp;action=edit&amp;redlink=1">Aubrey Beardsley</a>, 1892</div>
</div>
</div>
<p>Menggambar sedikit dibedakan dengan kegiatan <a title="Melukis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Melukis">melukis</a>. Melukis bisa disebut sebagai tahap penyelesaian sebuah gambar dengan pigmen yang diberi <a title="Pelarut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pelarut">medium cair</a> dan diaplikasi dengan kuas. Sementara menggambar lebih menitikberatkan penggunaan garis dan komposisi.</p>
<h2><span id="Subjek_utama" class="mw-headline">Subjek utama</span></h2>
<p>Kebanyakan karya dengan cara menggambar adalah representasi dari ingatan atau <a title="Imajinasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imajinasi">imajinasi</a> seorang juru gambar. Subjek ini bisa berupa tampilan realistis dalam kehidupan sehari-hari seperti potret, setengah realistis seperti karya-karya <a class="new" title="Sketsa (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sketsa&amp;action=edit&amp;redlink=1">sketsa</a>, atau yang benar-benar mementingkan gaya gambar seperti <a class="mw-redirect" title="Kartun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kartun">kartun</a>, <a title="Karikatur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karikatur">karikatur</a>, atau gambar abstrak.</p>
<h2><span id="Peralatan_dan_media" class="mw-headline">Peralatan dan media</span></h2>
<p>Yang sering digunakan adalah <a title="Pensil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pensil">pensil</a> <a title="Grafit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Grafit">grafit</a>, <a class="mw-redirect" title="Pena" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pena">pena</a>, <a class="new" title="Kuas (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kuas&amp;action=edit&amp;redlink=1">kuas</a> <a title="Tinta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tinta">tinta</a>, <a class="new" title="Pensil warna (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pensil_warna&amp;action=edit&amp;redlink=1">pensil warna</a>, <a class="new" title="Crayon (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Crayon&amp;action=edit&amp;redlink=1">crayon</a>, pensil <a title="Konte" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konte">konte</a>, dan <a class="new" title="Spidol (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spidol&amp;action=edit&amp;redlink=1">spidol</a>. Bisa pula dengan peralatan digital seperti <a class="new" title="Stylus (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Stylus&amp;action=edit&amp;redlink=1">stylus</a>, <a class="mw-redirect" title="Mouse" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mouse">mouse</a>, atau alat lain yang menghasilkan efek sama seperti peralatan manual.</p>
<p>Media permukaan yang sering digunakan adalah <a title="Kertas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kertas">kertas</a>, meskipun tidak menutup kemungkinan pula digunakannya media lain seperti kain, permukaan kayu, dinding, dan lain-lain.</p>
<p>Sebagai peralatan pendukung, digunakan pula penyerut pensil, kertas pasir, penghapus khusus, <a class="new" title="Chamois (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Chamois&amp;action=edit&amp;redlink=1">chamois</a>, penggaris, larutan fixatif, dan selotip khusus menggambar untuk membuat efek-efek tertentu. Meja gambar digunakan untuk mengurangi distorsi dan kesalahan perspektif akibat ketidaknormalan posisi mata saat menggambar.</p>
<h2><span id="Teknik" class="mw-headline">Teknik</span></h2>
<p>Teknik yang sering digunakan adalah menggaris, <a title="Hatching" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hatching">hatching</a>, scribbling, <a class="new" title="Stippling (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Stippling&amp;action=edit&amp;redlink=1">stippling</a>, dan blending.</p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:252px;"><a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Leonardo_self.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/ba/Leonardo_self.jpg/250px-Leonardo_self.jpg" alt="" width="250" height="392" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Leonardo_self.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Garis-garis <em>drawing</em> dengan penggunaan <a class="new" title="Sanguine (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sanguine&amp;action=edit&amp;redlink=1">sanguine</a> oleh <a title="Leonardo da Vinci" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Leonardo_da_Vinci">Leonardo da Vinci</a></div>
</div>
</div>
<h2><span id="Sejarah" class="mw-headline">Sejarah</span></h2>
<p>Manusia diketahui telah berusaha membuat karya <em>drawing</em> sejak masa <a title="Prasejarah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prasejarah">prasejarah</a>. Kegiatan ini kemudian menyebar di Eropa sejak tahun 1400an seiring berkembangnya penggunaan kertas. Sejak saat itu, setiap abad telah menghasilkan karya-karya <em>drawing</em> hebat.</p>
<p>Perupa yang terkenal dengan teknik menggambar pada tahun <a class="new" title="1400an (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=1400an&amp;action=edit&amp;redlink=1">1400an</a> hingga <a class="new" title="1500an (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=1500an&amp;action=edit&amp;redlink=1">1500an</a> antara lain <a title="Leonardo da Vinci" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Leonardo_da_Vinci">Leonardo da Vinci</a>, <a title="Albrecht Dürer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Albrecht_D%C3%BCrer">Albrecht Dürer</a>, <a class="mw-redirect" title="Michelangelo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Michelangelo">Michelangelo</a>, dan <a class="mw-redirect" title="Raphael" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Raphael">Raphael</a>. Selama <a class="mw-redirect" title="1600an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1600an">1600an</a> adalah <a class="new" title="Claude (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Claude&amp;action=edit&amp;redlink=1">Claude</a>, <a title="Nicolas Poussin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nicolas_Poussin">Nicolas Poussin</a>, <a class="mw-redirect" title="Rembrandt Harmenszoon van Rijn" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rembrandt_Harmenszoon_van_Rijn">Rembrandt</a>, dan <a title="Peter Paul Rubens" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peter_Paul_Rubens">Peter Paul Rubens</a>. Pada <a class="new" title="1700an (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=1700an&amp;action=edit&amp;redlink=1">1700an</a>, karya-karya terkenal dibuat oleh <a class="new" title="Jean-Honoré Fragonard (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jean-Honor%C3%A9_Fragonard&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jean-Honoré Fragonard</a>, <a title="Francisco Goya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Francisco_Goya">Francisco Goya</a>, <a class="new" title="Giovanni Battista Tiepolo (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Giovanni_Battista_Tiepolo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Giovanni Battista Tiepolo</a>, dan <a class="new" title="Antoine Watteau (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antoine_Watteau&amp;action=edit&amp;redlink=1">Antoine Watteau</a>. Pada tahun <a class="new" title="1800an (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=1800an&amp;action=edit&amp;redlink=1">1800an</a> adalah <a title="Paul Cézanne" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paul_C%C3%A9zanne">Paul Cézanne</a>, <a class="new" title="Jacques Louis David (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jacques_Louis_David&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jacques Louis David</a>, <a title="Edgar Degas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Edgar_Degas">Edgar Degas</a>, <a class="new" title="Theodore Gericault (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Theodore_Gericault&amp;action=edit&amp;redlink=1">Theodore Gericault</a>, <a class="new" title="Jean Ingres (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jean_Ingres&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jean Ingres</a>, , <a class="new" title="Odilon Redon (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Odilon_Redon&amp;action=edit&amp;redlink=1">Odilon Redon</a>, <a class="new" title="Henri de Toulouse-Lautrec (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Henri_de_Toulouse-Lautrec&amp;action=edit&amp;redlink=1">Henri de Toulouse-Lautrec</a>, dan <a class="mw-redirect" title="Vincent Van Gogh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vincent_Van_Gogh">Vincent Van Gogh</a>. Pada era <a class="new" title="1900an (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=1900an&amp;action=edit&amp;redlink=1">1900an</a> karya-karya terbaik dibuat oleh <a class="new" title="Max Beckmann (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Max_Beckmann&amp;action=edit&amp;redlink=1">Max Beckmann</a>, <a class="new" title="Willem De Kooning (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Willem_De_Kooning&amp;action=edit&amp;redlink=1">Willem De Kooning</a>, <a class="new" title="Jean Dubuffet (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jean_Dubuffet&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jean Dubuffet</a>, <a class="new" title="Arshile Gorky (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Arshile_Gorky&amp;action=edit&amp;redlink=1">Arshile Gorky</a>, <a class="new" title="Paul Klee (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paul_Klee&amp;action=edit&amp;redlink=1">Paul Klee</a>, <a class="new" title="Oscar Kokoschka (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oscar_Kokoschka&amp;action=edit&amp;redlink=1">Oscar Kokoschka</a>, <a class="new" title="Jules Pascin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jules_Pascin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jules Pascin</a>, <a title="Pablo Picasso" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pablo_Picasso">Pablo Picasso</a>, dan <a class="mw-redirect" title="Jackson Pollock" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jackson_Pollock">Jackson Pollock</a>.</p>
<h2><span id="menggambar_di_dalam_dunia_digital" class="mw-headline">menggambar di dalam dunia digital</span></h2>
<p>menggambar bukanlah monopoli teknik manual. Perkembangan <a title="Perangkat lunak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perangkat_lunak">perangkat lunak</a> grafis membuat kegiatan menggambar bisa pula dilakukan dengan sentuhan penuh alat-alat <a title="Komputer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komputer">komputer</a>. Contohnya adalah karya gambar oleh <a class="new" title="Peter Welleman (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peter_Welleman&amp;action=edit&amp;redlink=1">Peter Welleman</a>.</p>
<p>Berikut daftar perngkat lunak yang memungkinkan kegiatan menggambar.</p>
<ul>
<li><a class="new" title="Microsoft Expression (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Microsoft_Expression&amp;action=edit&amp;redlink=1">Microsoft Expression</a></li>
<li><a title="Inkscape" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inkscape">Inkscape</a></li>
<li><a title="Adobe Photoshop" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adobe_Photoshop">Adobe Photoshop</a></li>
<li><a class="new" title="Adobe Illustrator (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Adobe_Illustrator&amp;action=edit&amp;redlink=1">Adobe Illustrator</a></li>
<li><a class="new" title="Paint Shop Pro (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paint_Shop_Pro&amp;action=edit&amp;redlink=1">Paint Shop Pro</a></li>
<li><a class="new" title="Corel Painter (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Corel_Painter&amp;action=edit&amp;redlink=1">Corel Painter</a></li>
<li><a class="new" title="Pixia (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pixia&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pixia</a></li>
<li><a class="new" title="Kolourpaint (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kolourpaint&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kolourpaint</a></li>
<li><a class="new" title="Microsoft Paint (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Microsoft_Paint&amp;action=edit&amp;redlink=1">Microsoft Paint</a></li>
<li><a title="GIMP" href="http://id.wikipedia.org/wiki/GIMP">The GIMP</a></li>
<li><a class="new" title="OpenCanvas (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=OpenCanvas&amp;action=edit&amp;redlink=1">openCanvas</a></li>
</ul>
<p>Dalam dunia internet, berkembang pula komunitas <a class="new" title="Oekaki (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oekaki&amp;action=edit&amp;redlink=1">oekaki</a>, yaitu kegiatan menggambar&#8217; yang setiap tahapannya bisa diliat oleh pengguna di belahan dunia lain.</p>
<h2><span id="Referensi" class="mw-headline">Referensi</span></h2>
<ul>
<li>J. D. Hillberry, <em>Drawing Realistic Textures in Pencil</em>, North Light Books, <a title="1999" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1999">1999</a>, <a class="internal mw-magiclink-isbn" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Istimewa:Sumber_buku/0891348689">ISBN 0-89134-868-9</a>.</li>
<li>Frank Lohan, <em>Pen &amp; Ink Techniques</em>, Contemporary Books, <a title="1978" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1978">1978</a>, <a class="internal mw-magiclink-isbn" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Istimewa:Sumber_buku/0809274388">ISBN 0-8092-7438-8</a>.</li>
<li>World Book, Inc. <em>The World Book Encyclopedia Volume 5</em>, <a title="1988" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1988">1988</a>, <a class="internal mw-magiclink-isbn" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Istimewa:Sumber_buku/0716600897">ISBN 0-7166-0089-7</a>.</li>
</ul>
<h2><span id="Lihat_pula" class="mw-headline">Lihat pula</span></h2>
<ul>
<li><a title="Cat air" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cat_air">Cat air</a></li>
<li><a title="Komposisi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komposisi">Komposisi</a></li>
<li><a class="new" title="Gambar teknik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gambar_teknik&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gambar teknik</a></li>
</ul>
<h2><span id="Pranala_luar" class="mw-headline">Pranala luar</span></h2>
<h3><span id="Karya-karya_terkenal" class="mw-headline">Karya-karya terkenal</span></h3>
<ul>
<li><a class="external text" rel="nofollow" href="http://www.npg.org.uk/live/search/person.asp?LinkID=mp01777&amp;role=art">James Gillray</a> at The <a class="new" title="National Portrait Gallery (United Kingdom) (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=National_Portrait_Gallery_%28United_Kingdom%29&amp;action=edit&amp;redlink=1">National Portrait Gallery (United Kingdom)</a>.</li>
<li><a class="external text" rel="nofollow" href="http://www.napoleonguide.com/goyaind.htm">Goya&#8217;s Disasters of War at <em>Napoleon Guide</em></a></li>
<li><a class="external text" rel="nofollow" href="http://www.artoftheprint.com/artistpages/hogarth_william_arakesprogresscompletesetofeight.htm"><em>Hogarth&#8217;s The Rake&#8217;s Progress</em> and other of his works</a>
<ul>
<li>Catatan: situs web komersil.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<h3><span class="mw-headline">Lain-lain</span></h3>
<ul>
<li><a class="external text" rel="nofollow" href="http://www.drawright.com/">Drawing on the Right Side of the Brain &#8211; Dr. Betty Edwards</a></li>
<li><a class="external text" rel="nofollow" href="http://drawsketch.about.com/">Drawing Lessons and Resources at About.com</a></li>
<li><a class="external text" rel="nofollow" href="http://home.att.net/%7Erjnorton/Lincoln79.html">Contemporary Sketches of President Abraham Lincoln.</a></li>
<li><a class="external text" rel="nofollow" href="http://www.drawingcenter.org/">Drawing Center</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenengnurlatipah.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenengnurlatipah.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenengnurlatipah.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenengnurlatipah.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenengnurlatipah.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenengnurlatipah.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenengnurlatipah.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenengnurlatipah.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenengnurlatipah.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenengnurlatipah.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenengnurlatipah.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenengnurlatipah.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenengnurlatipah.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenengnurlatipah.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengnurlatipah.wordpress.com&amp;blog=9361127&amp;post=85&amp;subd=nenengnurlatipah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/menggambar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10e346c20f83d74fe43402bdbc21158b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nenengnurlatipah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c5/Beardsley-peacockskirt.PNG/200px-Beardsley-peacockskirt.PNG" medium="image" />

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/ba/Leonardo_self.jpg/250px-Leonardo_self.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tari Banjar</title>
		<link>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/tari-banjar/</link>
		<comments>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/tari-banjar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 08:21:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenengnurlatipah</dc:creator>
				<category><![CDATA[seni tari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenengnurlatipah.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Tari Banjar adalah seni tari yang dikembangkan oleh suku Banjar, baik berupa tari klasik (baksa, diiringi Gamelan Banjar) maupun tari tradisional (diringi Musik Panting). Jenis-jenis Tari Banjar Bagandut Jenis tari tradisional berpasangan yang di masa lampau merupakan tari yang menonjolkan erotisme penarinya mirip dengan tari tayub di Jawa dan ronggeng di Sumatera. Gandut artinya tledek [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengnurlatipah.wordpress.com&amp;blog=9361127&amp;post=83&amp;subd=nenengnurlatipah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tari Banjar</strong> adalah <a title="Seni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seni">seni</a> <a title="Tari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tari">tari</a> yang dikembangkan oleh <a title="Suku Banjar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Banjar">suku Banjar</a>, baik berupa <a class="new" title="Tari klasik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_klasik&amp;action=edit&amp;redlink=1">tari klasik</a> (baksa, diiringi <a title="Gamelan Banjar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gamelan_Banjar">Gamelan Banjar</a>) maupun <a class="new" title="Tari tradisional (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_tradisional&amp;action=edit&amp;redlink=1">tari tradisional</a> (diringi <a title="Musik Panting" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musik_Panting">Musik Panting</a>).</p>
<h2><span id="Jenis-jenis_Tari_Banjar" class="mw-headline">Jenis-jenis Tari Banjar</span></h2>
<h3><span id="Bagandut" class="mw-headline">Bagandut</span></h3>
<p>Jenis tari tradisional berpasangan yang di masa lampau merupakan tari yang menonjolkan erotisme penarinya mirip dengan tari tayub di <a title="Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa">Jawa</a> dan ronggeng di <a title="Sumatera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera">Sumatera</a>. Gandut artinya tledek (Jawa)</p>
<h3><span id="Baksa_Dadap" class="mw-headline">Baksa Dadap</span></h3>
<p>Merupakan salah satu jenis tari klasik Banjar yang disebutkan dalam <a class="new" title="Hikayat Banjar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hikayat_Banjar&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hikayat Banjar</a>.</p>
<h3><span id="Baksa_Hupak" class="mw-headline">Baksa Hupak</span></h3>
<p>Merupakan salah satu jenis tari klasik Banjar yang disebutkan dalam <a class="new" title="Hikayat Banjar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hikayat_Banjar&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hikayat Banjar</a>.</p>
<h3><span id="Baksa_Kambang" class="mw-headline">Baksa Kambang</span></h3>
<p>Merupakan jenis tari klasik Banjar sebagai tari penyambutan tamu agung yang datang ke <a title="Kalimantan Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Selatan">Kalimantan Selatan</a>, penarinya adalah wanita. Tari ini merupakan tari tunggal dan dapat dimainkan oleh beberapa penari wanita.</p>
<p>Tarian ini bercerita tentang seorang gadis remaja yang sedang merangkai bunga. Sering dimainkan di lingkungan istana. Dalam perkembangannya tari ini beralih fungsi sebagai tari penyambutan tamu.</p>
<h3><span id="Baksa_Kantar" class="mw-headline">Baksa Kantar</span></h3>
<p>Merupakan salah satu jenis tari klasik Banjar yang disebutkan dalam <a class="new" title="Hikayat Banjar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hikayat_Banjar&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hikayat Banjar</a>.</p>
<h3><span id="Baksa_Kupu-Kupu_Atarung" class="mw-headline">Baksa Kupu-Kupu Atarung</span></h3>
<p>Merupakan salah satu jenis tari klasik Banjar yang disebutkan dalam <a class="new" title="Hikayat Banjar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hikayat_Banjar&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hikayat Banjar</a>.</p>
<h3><span id="Baksa_Lilin" class="mw-headline">Baksa Lilin</span></h3>
<p>Merupakan jenis tari klasik Banjar dengan gerakan membawa lilin.</p>
<h3><span id="Baksa_Panah" class="mw-headline">Baksa Panah</span></h3>
<p>Merupakan jenis tari klasik Banjar dengan gerakan memanah yang disebutkan dalam <a class="new" title="Hikayat Banjar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hikayat_Banjar&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hikayat Banjar</a>.</p>
<h3><span id="Baksa_Tameng" class="mw-headline">Baksa Tameng</span></h3>
<p>Merupakan jenis tari klasik Banjar dengan menggunakan tameng (perisai) yang disebutkan dalam <a class="new" title="Hikayat Banjar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hikayat_Banjar&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hikayat Banjar</a>..</p>
<h3><span id="Baksa_Tumbak" class="mw-headline">Baksa Tumbak</span></h3>
<p>Merupakan salah satu jenis tari klasik Banjar yang disebutkan dalam <a class="new" title="Hikayat Banjar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hikayat_Banjar&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hikayat Banjar</a>.</p>
<h3><span id="Balatik" class="mw-headline">Balatik</span></h3>
<p>Latik artinya tunas, balatik artinya bertunas. Tarian ini menggambarkan tumbuhnya tunas-tunas muda <a title="Seniman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seniman">seniman</a> tari Banjar.</p>
<h3><span id="Baleha" class="mw-headline">Baleha</span></h3>
<p>Merupakan jenis tari berpasangan</p>
<h3><span id="Batarasulan" class="mw-headline">Batarasulan</span></h3>
<p>Merupakan jenis tari berpasangan</p>
<h3><span id="Bogam" class="mw-headline">Bogam</span></h3>
<p>Bogam adalah rangkaian bunga mawar dan melati. Tarian ini merupakan tari selamat datang dengan mempersembahkan kembang bogam kepada para tamu.</p>
<h3><span id="Dara_Manginang" class="mw-headline">Dara Manginang</span></h3>
<p>Tarian ini menggambarkan anak dara yang sedang menginang.</p>
<h3><span id="Garah_Rahwana" class="mw-headline">Garah Rahwana</span></h3>
<p>Tarian yang menggambarkan sifat antagonis tokoh <a title="Rahwana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rahwana">Rahwana</a> dalam <a title="Wayang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wayang">wayang</a> Banjar.</p>
<h3><span id="Hantak_Sisit" class="mw-headline">Hantak Sisit</span></h3>
<p>Merupakan jenis tari berpasangan</p>
<h3><span id="Hanoman" class="mw-headline">Hanoman</span></h3>
<p>Tarian yang bakul getuk</p>
<h3><span id="Japin_Batuah" class="mw-headline">Japin Batuah</span></h3>
<p>Merupakan tari yang diambil dari gerak tari zafin yang bernafaskan Islam dan Melayu, semua penari adalah wanita.</p>
<h3><span id="Japin_Bujang_Marindu" class="mw-headline">Japin Bujang Marindu</span></h3>
<p>Merupakan jenis tari berpasangan yang diambil dari gerak tari zafin yang bernafaskan Islam dan Melayu. Tari mengambarkan kerinduan seorang kekasih setelah lama pergi merantau kemudian kembali ke kampung halaman.</p>
<h3><span id="Japin_Dua_Saudara" class="mw-headline">Japin Dua Saudara</span></h3>
<p>Tarian yang diambil dari gerak tari zafin yang bernafaskan Islam dan budaya <a title="Melayu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Melayu">Melayu</a>.</p>
<h3><span id="Japin_Hadrah" class="mw-headline">Japin Hadrah</span></h3>
<p>Merupakan tari yang diambil dari gerak tari zafin yang bernafaskan Islam yang mengangkat kesenian Hadrah ke dalam gerak tari yang dinamis, semua penari adalah wanita.</p>
<h3><span id="Japin_Kuala" class="mw-headline">Japin Kuala</span></h3>
<p>Merupakan tari yang diambil dari gerak tari zafin yang bernafaskan Islam yang bergaya daerah Banjar Kuala. Penarinya pria dan wanita berpasangan.</p>
<h3><span id="Japin_Pasanggrahan" class="mw-headline">Japin Pasanggrahan</span></h3>
<p>Merupakan tari yang diambil dari gerak tari zafin yang bernafaskan Islam dengan semua penarinya adalah wanita.</p>
<h3><span id="Japin_Rantauan" class="mw-headline">Japin Rantauan</span></h3>
<p>Merupakan tari yang diambil dari gerak tari zafin yang bernafaskan Islam</p>
<h3><span id="Japin_Sisit" class="mw-headline">Japin Sisit</span></h3>
<p>Merupakan tari yang diambil dari gerak tari zafin yang bernafaskan Islam. Penarinya adalah wanita dengan mengenakan busana baju kurung sisit.</p>
<h3><span id="Kuda_Kepang" class="mw-headline">Kuda Kepang</span></h3>
<p>Tari prajurit berkuda (kavaleri), merupakan pengaruh budaya <a title="Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa">Jawa</a>.</p>
<h3><span id="Ladon" class="mw-headline">Ladon</span></h3>
<p>Ladon merupakan nama pasukan kerajaan Banjar. Tarian ini menggambarkam tari keprajuritan dan semua penarinya laki-laki. Tari ini sering dibawakan sebagai tari pembuka pada kesenian <a class="new" title="Mamanda (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mamanda&amp;action=edit&amp;redlink=1">mamanda</a> yaitu teater tradisonal Banjar, yang pertama kali berkembang dari daerah Margasari, Kabupaten <a title="Tapin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tapin">Tapin</a>.</p>
<h3><span id="Maayam_Tikar" class="mw-headline">Maayam Tikar</span></h3>
<p>Merupakan jenis tari khas dari Kabupaten <a title="Tapin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tapin">Tapin</a> yang menggambarkan remaja putri dari daerah Margasari, Kabupaten Tapin yang sedang menganyam tikar dan anyaman. Tari berdurasi sekitar 6 menit ini biasanya dibawakan oleh 10 orang penari putri. Tari ini diciptakan oleh Muhammad Yusuf, Ketua Sanggar Tari Buana Buluh Merindu, dari kota Rantau, ibukota Kabupaten Tapin.</p>
<h3><span id="Ning_Tak_Ning_Gung" class="mw-headline">Ning Tak Ning Gung</span></h3>
<p>Merupakan tari dolanan anak-anak yang menggambarkan anak-anak yang sedang bermain.</p>
<h3><span id="Paris_Tangkawang" class="mw-headline">Paris Tangkawang</span></h3>
<p>Merupakan jenis tari berpasangan</p>
<h3><span id="Radap_Rahayu" class="mw-headline">Radap Rahayu</span></h3>
<p>Merupakan tari klasik Banjar dalam menyambut tamu agung dan ditarikan dalam upacara perkawinan, para penarinya adalah wanita.</p>
<p>Tari ini menceritakan tentang para bidadari yang turun dari kayangan dan memberikan anugerah kebaikan bagi daerah yang di datanginya. Tujuan tari ini adalah sebagai ucapan rasa bersyukur dan doa agar kegiatan yang akan dilaksanakan dapat terselenggara dengan baik dan lancar.</p>
<h3><span id="Rudat" class="mw-headline">Rudat</span></h3>
<p>Kesenian yang bernafaskan Islam dengan dominasi gerakan tari dalam posisi duduk.</p>
<h3><span id="Sinoman_Hadrah" class="mw-headline">Sinoman Hadrah</span></h3>
<p>Kesenian yang bernafaskan <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a> dengan dominasi gerakan tari dalam posisi berdiri.</p>
<h3><span id="Tanggui" class="mw-headline">Tanggui</span></h3>
<p>Tari yang menggambarkan para wanita yang memakai tanggui yaitu sejenis topi lebar).</p>
<h3><span id="Tameng_Cakrawati" class="mw-headline">Tameng Cakrawati</span></h3>
<p>Tari yang menggambarkan seorang isteri (Cakrawati) yang melanjutkan perjuangan suaminya melawan penjajah Belanda.</p>
<h3><span id="Tirik_Kuala" class="mw-headline">Tirik Kuala</span></h3>
<p>Merupakan jenis tari tradisional yang bergaya <em>tirik</em>, yaitu jenis tari dan lagu yang bergaya daerah <a title="Hulu Sungai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hulu_Sungai">Hulu Sungai</a>. Dengan diiringi lagu : <a class="external text" rel="nofollow" href="http://id.wikibooks.org/wiki/Tirik_Japin">Tirik_Japin</a></p>
<h3><span id="Tirik_Lalan" class="mw-headline">Tirik Lalan</span></h3>
<p>Merupakan jenis tari tradisional berpasangan (pergaulan) yaitu penari putera dan puteri yang bergaya <em>tirik</em> yaitu jenis tari yang berasal dari daerah Hulu Sungai.</p>
<h3><span id="Topeng_Kelana" class="mw-headline">Topeng Kelana</span></h3>
<p>Merupakan jenis tari topeng dengan tokoh Kelana, tari ini merupakan pengaruh budaya <a title="Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa">Jawa</a>.</p>
<h3><span id="Topeng_Wayang" class="mw-headline">Topeng Wayang</span></h3>
<p>Merupakan jenis tari berpasangan</p>
<h3><span id="Topeng" class="mw-headline">Topeng</span></h3>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:302px;"><a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Topeng_Banjar.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/b/be/Topeng_Banjar.jpg/300px-Topeng_Banjar.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Topeng_Banjar.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Topeng yang dipakai pada tarian topeng etnis Banjar.</p></div>
</div>
</div>
<p>Merupakan jenis tari klasik yang berasal dari <a title="Tapin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tapin">Tapin</a> yang biasanya dibawakan oleh tiga orang yang masing-masing memainkan sebuah karakter yaitu Gunung Sari, Patih dan Tumenggung dengan diiringi <a title="Gamelan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gamelan">gamelan</a> <a title="Suku Banjar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Banjar">Banjar</a>. Sebelum melakukan tarian topeng dilakukan suatu ritual dengan menyediakan sesajian terlebih dahulu yaitu sebiji telur ayam kampung, ketan, dan kopi pahit, yang diletakkan di dekat area pertunjukkan, maksudnya agar saat menari, roh dari topeng ini tidak mengganggu si penari. Tarian ini umumnya dilakukan oleh penari pria, kadang-kadang oleh penari wanita.</p>
<h1><span id="Lihat_pula" class="mw-headline">Lihat pula</span></h1>
<ul>
<li><a title="Banjar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Banjar">Banjar</a></li>
<li><a class="mw-redirect" title="Banjarbaru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Banjarbaru">Banjarbaru</a></li>
<li><a class="mw-redirect" title="Lagu Banjar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lagu_Banjar">Lagu Banjar</a></li>
<li><a title="Suku Banjar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Banjar">Suku Banjar</a></li>
<li><a title="Bahasa Banjar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Banjar">Bahasa Banjar</a></li>
<li><a title="Kerian" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerian">Kerian</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenengnurlatipah.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenengnurlatipah.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenengnurlatipah.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenengnurlatipah.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenengnurlatipah.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenengnurlatipah.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenengnurlatipah.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenengnurlatipah.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenengnurlatipah.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenengnurlatipah.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenengnurlatipah.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenengnurlatipah.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenengnurlatipah.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenengnurlatipah.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengnurlatipah.wordpress.com&amp;blog=9361127&amp;post=83&amp;subd=nenengnurlatipah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/tari-banjar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10e346c20f83d74fe43402bdbc21158b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nenengnurlatipah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/b/be/Topeng_Banjar.jpg/300px-Topeng_Banjar.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Seni lukis</title>
		<link>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/seni-lukis/</link>
		<comments>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/seni-lukis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 08:11:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenengnurlatipah</dc:creator>
				<category><![CDATA[asal usul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenengnurlatipah.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Seni lukis adalah salah satu induk dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari drawing. Sejarah umum seni lukis Zaman prasejarah Secara historis, seni lukis sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah mulai membuat gambar pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengnurlatipah.wordpress.com&amp;blog=9361127&amp;post=80&amp;subd=nenengnurlatipah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Seni lukis</strong> adalah salah satu induk dari <a title="Seni rupa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_rupa">seni rupa</a>. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari <a class="mw-redirect" title="Drawing" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Drawing">drawing</a>.</p>
<table id="toc" class="toc" border="0">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h2><span id="Sejarah_umum_seni_lukis" class="mw-headline">Sejarah umum seni lukis</span></h2>
<h3><span id="Zaman_prasejarah" class="mw-headline">Zaman prasejarah</span></h3>
<p>Secara historis, seni lukis sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan. Sebuah lukisan atau gambar bisa dibuat hanya dengan menggunakan materi yang sederhana seperti arang, kapur, atau bahan lainnya. Salah satu teknik terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu menyemburnya dengan kunyahan daun-daunan atau batu mineral berwarna.</p>
<p>Hasilnya adalah jiplakan tangan berwana-warni di dinding-dinding gua yang masih bisa dilihat hingga saat ini. Kemudahan ini memungkinkan gambar (dan selanjutnya lukisan) untuk berkembang lebih cepat daripada cabang seni rupa lain seperti seni patung dan seni keramik.</p>
<p>Seperti gambar, lukisan kebanyakan dibuat di atas bidang datar seperti dinding, lantai, kertas, atau kanvas. Dalam pendidikan seni rupa modern di Indonesia, sifat ini disebut juga dengan <a class="new" title="Dwi-matra (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dwi-matra&amp;action=edit&amp;redlink=1">dwi-matra</a> (dua dimensi, dimensi datar).</p>
<p>Objek yang sering muncul dalam karya-karya purbakala adalah manusia, binatang, dan obyek-obyek alam lain seperti pohon, bukit, gunung, sungai, dan laut. Bentuk dari obyek yang digambar tidak selalu serupa dengan aslinya. Ini disebut <a title="Citra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Citra">citra</a> dan itu sangat dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis terhadap obyeknya. Misalnya, gambar seekor banteng dibuat dengan <a title="Proporsi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Proporsi">proporsi</a> tanduk yang luar biasa besar dibandingkan dengan ukuran tanduk asli. Pencitraan ini dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis yang menganggap tanduk adalah bagian paling mengesankan dari seekor banteng. Karena itu, citra mengenai satu macam obyek menjadi berbeda-beda tergantung dari pemahaman budaya masyarakat di daerahnya.</p>
<p>Pada satu titik, ada orang-orang tertentu dalam satu kelompok masyarakat prasejarah yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggambar daripada mencari makanan. Mereka mulai mahir membuat gambar dan mulai menemukan bahwa bentuk dan susunan rupa tertentu, bila diatur sedemikian rupa, akan nampak lebih menarik untuk dilihat daripada biasanya. Mereka mulai menemukan semacam cita-rasa keindahan dalam kegiatannya dan terus melakukan hal itu sehingga mereka menjadi semakin ahli. Mereka adalah seniman-seniman yang pertama di muka bumi dan pada saat itulah kegiatan menggambar dan melukis mulai condong menjadi kegiatan seni.</p>
<h3><span id="Seni_lukis_zaman_klasik" class="mw-headline">Seni lukis zaman klasik</span></h3>
<p>Seni lukis zaman klasik kebanyakan dimaksudkan untuk tujuan:</p>
<ul>
<li>Mistisme (sebagai akibat belum berkembangnya agama)</li>
<li>Propaganda (sebagai contoh grafiti di reruntuhan kota <a title="Pompeii" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pompeii">Pompeii</a>),</li>
</ul>
<p>Di zaman ini lukisan dimaksudkan untuk meniru semirip mungkin bentuk-bentuk yang ada di alam. Hal ini sebagai akibat berkembangnya ilmu pengetahuan dan dimulainya kesadaran bahwa seni lukis mampu berkomunikasi lebih baik daripada kata-kata dalam banyak hal.</p>
<h3><span id="Seni_lukis_zaman_pertengahan" class="mw-headline">Seni lukis zaman pertengahan</span></h3>
<p>Sebagai akibat terlalu kuatnya pengaruh agama di zaman pertengahan, seni lukis mengalami penjauhan dari ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dianggap sebagai sihir yang bisa menjauhkan manusia dari pengabdian kepada Tuhan. Akibatnya, seni lukis pun tidak lagi bisa sejalan dengan realitas.</p>
<p>Kebanyakan lukisan di zaman ini lebih berupa simbolisme, bukan realisme. Sehingga sulit sekali untuk menemukan lukisan yang bisa dikategorikan &#8220;bagus&#8221;.</p>
<p>Lukisan pada masa ini digunakan untuk alat propaganda dan religi. Beberapa agama yang melarang penggambaran hewan dan manusia mendorong perkembangan abstrakisme (pemisahan unsur bentuk yang &#8220;benar&#8221; dari benda.</p>
<h3><span id="Seni_lukis_zaman_Renaissance" class="mw-headline">Seni lukis zaman Renaissance</span></h3>
<p>Berawal dari kota <a title="Firenze" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Firenze">Firenze</a>. Setelah kekalahan dari Turki, banyak sekali ahli sains dan kebudayaan (termasuk pelukis) yang menyingkir dari Bizantium menuju daerah semenanjung Italia sekarang.</p>
<p>Dukungan dari keluarga <a class="new" title="DeMedici (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=DeMedici&amp;action=edit&amp;redlink=1">deMedici</a> yang menguasai kota Firenze terhadap ilmu pengetahuan modern dan seni membuat sinergi keduanya menghasilkan banyak sumbangan terhadap kebudayaan baru Eropa.</p>
<p>Seni Rupa menemukan jiwa barunya dalam kelahiran kembali seni zaman klasik. Sains di kota ini tidak lagi dianggap sihir, namun sebagai alat baru untuk merebut kembali kekuasaan yang dirampas oleh Turki.</p>
<p>Pada akhirnya, pengaruh seni di kota Firenze menyebar ke seluruh Eropa hingga Eropa Timur.</p>
<p>Tokoh yang banyak dikenal dari masa ini adalah:</p>
<ul>
<li><a class="new" title="Tomassi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tomassi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tomassi</a></li>
<li><a title="Donatello" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Donatello">Donatello</a></li>
<li><a title="Leonardo da Vinci" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Leonardo_da_Vinci">Leonardo da Vinci</a></li>
<li><a class="mw-redirect" title="Michaelangelo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Michaelangelo">Michaelangelo</a></li>
<li><a class="mw-redirect" title="Raphael" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Raphael">Raphael</a></li>
</ul>
<h3><span id="Art_Nouveau" class="mw-headline">Art Nouveau</span></h3>
<p><a title="Revolusi Industri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_Industri">Revolusi Industri</a> di <a title="Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris">Inggris</a> telah menyebabkan mekanisasi di dalam banyak hal. Barang-barang dibuat dengan sistem produksi massal dengan ketelitian tinggi. Sebagai dampaknya, keahlian tangan seorang seniman tidak lagi begitu dihargai karena telah digantikan kehalusan buatan mesin.</p>
<p>Sebagai jawabannya, seniman beralih ke bentuk-bentuk yang tidak mungkin dicapai oleh produksi massal (atau jika bisa, akan biaya pembuatannya menjadi sangat mahal). Lukisan, karya-karya seni rupa, dan kriya diarahkan kepada kurva-kurva halus yang kebanyakan terinspirasi dari keindahan garis-garis tumbuhan di alam.</p>
<h2><span id="Sejarah_seni_lukis_di_Indonesia" class="mw-headline">Sejarah seni lukis di Indonesia</span></h2>
<p>Seni lukis modern <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> dimulai dengan masuknya penjajahan Belanda di Indonesia. Kecenderungan seni rupa Eropa Barat pada zaman itu ke aliran romantisme membuat banyak pelukis Indonesia ikut mengembangkan aliran ini.</p>
<p>Raden Saleh Syarif Bustaman adalah salah seorang asisten yang cukup beruntung bisa mempelajari <em>melukis gaya Eropa</em> yang dipraktekkan pelukis Belanda.</p>
<p>Raden Saleh kemudian melanjutkan belajar melukis ke Belanda, sehingga berhasil menjadi seorang pelukis Indonesia yang disegani dan menjadi pelukis istana di beberapa negera Eropa.</p>
<p>Namun seni lukis Indonesia tidak melalui perkembangan yang sama seperti zaman renaisans Eropa, sehingga perkembangannya pun tidak melalui tahapan yang sama.</p>
<p>Era revolusi di Indonesia membuat banyak pelukis Indonesia beralih dari tema-tema romantisme menjadi cenderung ke arah &#8220;kerakyatan&#8221;. Objek yang berhubungan dengan keindahan alam Indonesia dianggap sebagai tema yang mengkhianati bangsa, sebab dianggap menjilat kepada kaum kapitalis yang menjadi musuh ideologi komunisme yang populer pada masa itu.</p>
<p>Selain itu, alat lukis seperti cat dan kanvas yang semakin sulit didapat membuat lukisan Indonesia cenderung ke bentuk-bentuk yang lebih sederhana, sehingga melahirkan abstraksi.</p>
<p>Gerakan Manifesto Kebudayaan yang bertujuan untuk melawan pemaksaan ideologi komunisme membuat pelukis pada masa 1950an lebih memilih membebaskan karya seni mereka dari kepentingan politik tertentu, sehingga era ekspresionisme dimulai. Lukisan tidak lagi dianggap sebagai penyampai pesan dan alat propaganda.</p>
<p>Perjalanan seni lukis kita sejak perintisan R. Saleh sampai awal abad XXI ini, terasa masih terombang-ambing oleh berbagai benturan konsepsi.</p>
<p>Kemapanan seni lukis Indonesia yang belum mencapai tataran keberhasilan sudah diporak-porandakan oleh gagasan modernisme yang membuahkan seni alternatif atau <a title="Seni kontemporer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_kontemporer">seni kontemporer</a>, dengan munculnya seni konsep (conceptual art): “Installation Art”, dan “Performance Art”, yang pernah menjamur di pelosok kampus perguruan tinggi seni sekitar 1993-1996. Kemudian muncul berbagai alternatif semacam “kolaborasi” sebagai mode 1996/1997. Bersama itu pula seni lukis konvensional dengan berbagai gaya menghiasi galeri-galeri, yang bukan lagi sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat, tetapi merupakan bisnis alternatif investasi.<sup class="noprint Inline-Template"><span style="white-space:nowrap;" title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan.">[<em><a class="mw-redirect" title="Wikipedia:Mengutip sumber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</span></sup></p>
<h2><span id="Aliran_seni_lukis" class="mw-headline">Aliran seni lukis</span></h2>
<h3><span id="Surrealisme" class="mw-headline">Surrealisme</span></h3>
<p>Lukisan dengan aliran ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui di dalam mimpi. Pelukis berusaha untuk mengabaikan bentuk secara keseluruhan kemudian mengolah setiap bagian tertentu dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya.</p>
<h3><span id="Kubisme" class="mw-headline">Kubisme</span></h3>
<p>Adalah aliran yang cenderung melakukan usaha abstraksi terhadap objek ke dalam bentuk-bentuk geometri untuk mendapatkan sensasi tertentu. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah <a title="Pablo Picasso" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pablo_Picasso">Pablo Picasso</a>.</p>
<h3><span id="Romantisme" class="mw-headline">Romantisme</span></h3>
<p>Merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan.</p>
<p>Romantisme dirintis oleh pelukis-pelukis pada zaman penjajahan Belanda dan ditularkan kepada pelukis pribumi untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman kolonial. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah <a title="Raden Saleh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Raden_Saleh">Raden Saleh</a>.</p>
<h3><span id="Seni_lukis_daun" class="mw-headline">Seni lukis daun</span></h3>
<p>Adalah aliran seni lukis kontemporer, dimana lukisan tersebut menggunakan daun tumbuh-tumbuhan, yang diberi warna atau tanpa pewarna. Seni lukis ini memanfaatkan sampah daun tumbuh-tumbuhan, dimana daun memiliki warna khas dan tidak busuk jika ditangani dengan benar. senidaun.wordpress.com</p>
<h3><span id="Plural_painting" class="mw-headline">Plural painting</span></h3>
<p>Adalah sebuah proses beraktivitas seni melalui semacam meditasi atau pengembaraan intuisi untuk menangkap dan menterjemahkan gerak hidup dari naluri kehidupan ke dalam bahasa visual. Bahasa visual yang digunakan berpijak pada konsep PLURAL PAINTING. Artinya, untuk menampilkan idiom-idiom agar relatif bisa mencapai ketepatan dengan apa yang telah tertangkap oleh intuisi mempergunakan idiom-idiom yang bersifat : Multi-etnis, multi-teknik, atau multi-style. Yang memperkenalkan konsep seni ini adalah karya seni lukis Wahyu Nugroho. wahyustudio.blogspot.com</p>
<h3><span id="Aliran_lain" class="mw-headline">Aliran lain</span></h3>
<ul>
<li><a title="Ekspresionisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekspresionisme">Ekspresionisme</a></li>
<li><a title="Impresionisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Impresionisme">Impresionisme</a></li>
<li><a title="Fauvisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fauvisme">Fauvisme</a></li>
<li><a class="new" title="Neo-Impresionisme (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Neo-Impresionisme&amp;action=edit&amp;redlink=1">Neo-Impresionisme</a></li>
<li><a title="Realisme (seni rupa)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Realisme_%28seni_rupa%29">Realisme</a></li>
<li><a title="Naturalisme (seni rupa)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Naturalisme_%28seni_rupa%29">Naturalisme</a></li>
<li><a title="De Stijl" href="http://id.wikipedia.org/wiki/De_Stijl">De Stijl</a></li>
</ul>
<h2><span id="Abstraksi" class="mw-headline">Abstraksi</span></h2>
<p>Adalah usaha untuk mengesampingkan unsur bentuk dari lukisan. Teknik abstraksi yang berkembang pesat seiring merebaknya <a title="Seni kontemporer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_kontemporer">seni kontemporer</a> saat ini berarti tindakan menghindari peniruan objek secara mentah. Unsur yang dianggap mampu memberikan sensasi keberadaan objek diperkuat untuk menggantikan unsur bentuk yang dikurangi porsinya.</p>
<h2><span id="Pelukis_terkenal_Indonesia" class="mw-headline">Pelukis terkenal Indonesia</span></h2>
<div>
<ul>
<li><a title="Affandi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Affandi">Affandi</a></li>
<li><a class="new" title="Agus Djaya (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Agus_Djaya&amp;action=edit&amp;redlink=1">Agus Djaya</a></li>
<li><a title="Barli Sasmitawinata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Barli_Sasmitawinata">Barli Sasmitawinata</a></li>
<li><a title="Basuki Abdullah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Basuki_Abdullah">Basuki Abdullah</a></li>
<li><a class="new" title="Djoko Pekik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Djoko_Pekik&amp;action=edit&amp;redlink=1">Djoko Pekik</a></li>
<li><a class="new" title="Dullah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dullah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Dullah</a></li>
<li><a class="new" title="Ferry Gabriel (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ferry_Gabriel&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ferry Gabriel</a></li>
<li><a title="Hendra Gunawan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hendra_Gunawan">Hendra Gunawan</a></li>
<li><a title="Herry Dim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Herry_Dim">Herry Dim</a></li>
<li><a class="new" title="Jeihan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jeihan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jeihan</a></li>
<li><a title="Kartika Affandi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kartika_Affandi">Kartika Affandi</a></li>
<li><a title="Lee Man Fong" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lee_Man_Fong">Lee Man Fong</a></li>
<li><a class="new" title="Mario Blanco (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mario_Blanco&amp;action=edit&amp;redlink=1">Mario Blanco</a></li>
<li><a class="new" title="Otto Djaya (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Otto_Djaya&amp;action=edit&amp;redlink=1">Otto Djaya</a></li>
<li><a class="new" title="Popo Iskandar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Popo_Iskandar&amp;action=edit&amp;redlink=1">Popo Iskandar</a></li>
<li><a title="Raden Saleh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Raden_Saleh">Raden Saleh</a></li>
<li><a class="new" title="S. Sudjojono (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=S._Sudjojono&amp;action=edit&amp;redlink=1">S. Sudjojono</a></li>
<li><a class="new" title="Srihadi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Srihadi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Srihadi</a></li>
<li><a class="new" title="Sri Warso Wahono (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sri_Warso_Wahono&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sri Warso Wahono</a></li>
<li><a class="new" title="Trubus (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Trubus&amp;action=edit&amp;redlink=1">Trubus</a></li>
</ul>
</div>
<h2><span id="Lihat_pula" class="mw-headline">Lihat pula</span></h2>
<ul>
<li><a title="Estetika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Estetika">Estetika</a></li>
<li><a title="Melukis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Melukis">Melukis</a></li>
<li><a title="Lukisan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lukisan">Lukisan</a></li>
<li><a class="mw-redirect" title="Kontemporer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kontemporer">Kontemporer</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenengnurlatipah.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenengnurlatipah.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenengnurlatipah.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenengnurlatipah.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenengnurlatipah.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenengnurlatipah.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenengnurlatipah.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenengnurlatipah.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenengnurlatipah.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenengnurlatipah.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenengnurlatipah.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenengnurlatipah.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenengnurlatipah.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenengnurlatipah.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengnurlatipah.wordpress.com&amp;blog=9361127&amp;post=80&amp;subd=nenengnurlatipah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/seni-lukis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10e346c20f83d74fe43402bdbc21158b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nenengnurlatipah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teater</title>
		<link>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/teater/</link>
		<comments>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/teater/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 08:07:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenengnurlatipah</dc:creator>
				<category><![CDATA[asal usul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenengnurlatipah.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Teater (bahasa Inggris: theater atau theatre, bahasa Perancis théâtre berasal dari kata theatron (θέατρον) dari bahasa Yunani, yang berarti &#8220;tempat untuk menonton&#8221;) adalah cabang dari seni pertunjukan yang berkaitan dengan akting/seni peran di depan penonton dengan menggunakan gabungan dari ucapan, gestur (gerak tubuh), mimik, boneka, musik, tari dan lain-lain. Bernard Beckerman, kepala departemen drama di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengnurlatipah.wordpress.com&amp;blog=9361127&amp;post=78&amp;subd=nenengnurlatipah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Teater</strong> (<a title="Bahasa Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">bahasa Inggris</a>: <em>theater</em> atau <em>theatre</em>, <a title="Bahasa Perancis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Perancis">bahasa Perancis</a> <em>théâtre</em> berasal dari kata <em>theatron</em> (<em>θέατρον</em>) dari <a title="Bahasa Yunani" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Yunani">bahasa Yunani</a>, yang berarti &#8220;tempat untuk menonton&#8221;) adalah cabang dari seni pertunjukan yang berkaitan dengan <a class="new" title="Akting (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Akting&amp;action=edit&amp;redlink=1">akting</a>/seni peran di depan penonton dengan menggunakan gabungan dari ucapan, gestur (gerak tubuh), <a title="Ekspresi wajah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekspresi_wajah">mimik</a>, boneka, musik, tari dan lain-lain. Bernard Beckerman, kepala departemen drama di Univesitas Hofstra, New York, dalam bukunya, <em>Dynamics of Drama</em>, mendefinisikan teater sebagai &#8221; yang terjadi ketika seorang manusia atau lebih, terisolasi dalam suatu waktu/atau ruang, menghadirkan diri mereka pada orang lain.&#8221; Teater bisa juga berbentuk: <a title="Opera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Opera">opera</a>, <a class="new" title="Ballet (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ballet&amp;action=edit&amp;redlink=1">ballet</a>, <a class="new" title="Mime artist (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mime_artist&amp;action=edit&amp;redlink=1">mime</a>, <a title="Kabuki" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabuki">kabuki</a>, pertunjukan <a title="Boneka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boneka">boneka</a>, <a class="new" title="Tari India klasik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_India_klasik&amp;action=edit&amp;redlink=1">tari India klasik</a>, <a title="Kunqu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kunqu">Kunqu</a>, <a class="new" title="Mummers Play (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mummers_Play&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>mummers play</em></a>, <a class="new" title="Improvisasi performance (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Improvisasi_performance&amp;action=edit&amp;redlink=1">improvisasi performance</a> serta <a title="Pantomim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pantomim">pantomim</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenengnurlatipah.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenengnurlatipah.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenengnurlatipah.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenengnurlatipah.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenengnurlatipah.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenengnurlatipah.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenengnurlatipah.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenengnurlatipah.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenengnurlatipah.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenengnurlatipah.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenengnurlatipah.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenengnurlatipah.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenengnurlatipah.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenengnurlatipah.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengnurlatipah.wordpress.com&amp;blog=9361127&amp;post=78&amp;subd=nenengnurlatipah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenengnurlatipah.wordpress.com/2009/10/13/teater/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10e346c20f83d74fe43402bdbc21158b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nenengnurlatipah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
